Rayakan 13 Tahun Perjalanan, MDPI Teguhkan Semangat “Berdaya Bersama”

oleh Muhammad Alzaki Tristi

Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) merayakan hari jadinya yang ke-13 tahun dengan mengusung tema “Berdaya Bersama”, sebuah refleksi dari salah satu nilai inti organisasi, yaitu Berdaya (Jumat, 31/7).

Perayaan yang melibatkan seluruh staf di delapan provinsi wilayah kerja MDPI ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan organisasi selama lebih dari satu dekade sekaligus mengapresiasi kontribusi setiap individu yang telah menjadi bagian dari upaya mewujudkan perikanan yang bertanggung jawab dan masyarakat pesisir yang lebih berdaya.

Direktur MDPI dalam sambutannya menyampaikan bahwa usia ke-13 bukan sekadar penanda perjalanan waktu, tetapi menjadi bukti bahwa keberhasilan organisasi dibangun melalui kerja keras, kolaborasi, dan semangat saling menguatkan.

“Bagi MDPI, angka 13 adalah pembuktian bahwa nasib tidak hanya ditentukan oleh untung dan rugi, tetapi lebih ditentukan oleh kerja keras tim.” ungkap Yasmine Simbolon, Direktur MDPI.

Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan MDPI tidak selalu melalui masa yang mudah. Organisasi pernah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pandemi COVID-19, penyesuaian strategi program, hingga dinamika perubahan dalam tim. Namun, seluruh tantangan tersebut mampu dilalui karena adanya semangat untuk terus bergerak bersama.

Ucapan Syukur dari Masyarakat Pesisir Dampingan

Semangat perayaan HUT ke-13 MDPI tidak hanya terasa di lingkungan internal organisasi, tetapi juga datang dari berbagai masyarakat pesisir yang selama ini menjadi mitra dan beneficiaries, melalui kegiatan perayaan sederhana bersama di beberapa daerah dampingan MDPI. Ucapan selamat dan doa mengalir dari kelompok nelayan Fair Trade USA, kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar), hingga koperasi di berbagai wilayah kerja, seperti Gorontalo, Ternate, Seram, Kore, dan Morotai.

Ucapan ulang tahun dari masyarakat pesisir dampingan MDPI.
Kegiatan perayaan ulang tahun MDPI oleh beragam kelompok masyarakat pesisir dampingan MDPI (Jumat, 31 Juli 2026)

Beragam pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan 13 tahun MDPI tidak dibangun sendiri, melainkan tumbuh bersama masyarakat pesisir yang selama ini menjadi bagian penting dalam setiap proses pembelajaran, kolaborasi, dan pemberdayaan.

“Selamat ulang tahun untuk MDPI yang ke-13 tahun. berdaya bersama, Happy People, Many Fish!”, ucap salah satu kelompok nelayan Fair Trade USA di Seram, Maluku.

Baca juga: Lewat Program TFCCA, MDPI Fasilitasi Pengukuhan Tiga Pokmaswas Baru untuk Perkuat Pengawasan Laut di Buru

Dukungan dan doa dari masyarakat dampingan menjadi motivasi bagi MDPI untuk terus memperkuat kolaborasi, menghadirkan inovasi, serta memperluas dampak pemberdayaan bagi nelayan skala kecil dan masyarakat pesisir di berbagai wilayah Indonesia.

Refleksi 13 Tahun dalam Semangat World Cup

Perayaan HUT ke-13 MDPI dikemas secara kreatif melalui kegiatan internal yang dilaksanakan secara daring dengan konsep FIFA World Cup 2026. Seluruh staf dari berbagai wilayah mengikuti rangkaian acara yang berisi refleksi perjalanan 13 tahun MDPI, berbagi cerita dari para manajer dan staf, serta berbagai kegiatan apresiasi.

HUT MDPI, perayaan via zoom, FIFA World Cup
Konsep FIFA World Cup 2026 menjadi penyemangat kebersamaan dan keseruan selebrasi dalam HUT MDPI ke-13 Berdaya Bersama (Jumat, 31 Juli 2026)

Salah satu agenda utama adalah Berdaya Award, sebuah penghargaan yang diberikan kepada staf yang menunjukkan konsistensi, dedikasi, dan kontribusi sepanjang tahun. Beberapa kategori penghargaan yang diberikan antara lain Paling Sering Menulis Artikel, Paling Tepat Waktu Mengirim Pelaporan Keuangan, serta Paling Tepat Waktu Mengirim Laporan Kegiatan.

Selain itu, suasana perayaan semakin meriah melalui Lomba Berfoto, Bercerita, dan Berdaya, yang menjadi ruang bagi seluruh staf untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mempererat kebersamaan lintas wilayah.

Bermain Langsung “Si Keong Nelayan”

Khusus di Kantor Pusat MDPI di Denpasar, Bali, perayaan juga diisi dengan sesi bermain Si Keong Nelayan (Simulasi Kelola Oeang Nelayan), sebuah media pembelajaran literasi keuangan yang selama ini digunakan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Si Keong, Literasi Keuangan, bermain bersama
Staff MDPI di Denpasar merasakan langsung bermain Si Keong Nelayan, tools literasi keuangan yang dipelopor MDPI dalam meningkatkan penyadartahuan masyarakat pesisir dampingan (Jumat, 31 Juli 2026)

Melalui simulasi tersebut, seluruh staf Bali berkesempatan merasakan langsung pengalaman belajar menggunakan alat yang selama ini mendampingi nelayan dalam memahami pengelolaan keuangan rumah tangga dan usaha. Bagi banyak staf, terutama yang baru bergabung, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama mengenal metode pembelajaran yang selama ini menjadi bagian dari pendekatan pemberdayaan MDPI di lapangan.

Baca juga: Gandeng MDPI dan 6 Mitra Strategis, Pemprov NTB Perkuat Kelestarian Perikanan di KPBP 2026

Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai salah satu instrumen pemberdayaan yang telah dikembangkan dan digunakan MDPI dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.

Memasuki usia ke-13, MDPI menegaskan kembali komitmennya untuk terus membangun perikanan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat Berdaya Bersama. Perjalanan yang telah dilalui menjadi pengingat bahwa setiap capaian organisasi lahir dari kontribusi seluruh individu yang bekerja dengan tujuan yang sama, yaitu menghadirkan manfaat nyata bagi nelayan skala kecil, masyarakat pesisir, dan keberlanjutan sumber daya perikanan Indonesia.