Direktur MDPI

MDPI di Bali Ocean Days 2026: Dari Panggung Pameran ke Aksi Nyata Bersama Bendega

oleh Muhammad Alzaki Tristi

Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) berpartisipasi dalam acara tahunan Bali Ocean Days 2026 yang berlangsung pada 30–31 Januari 2026 di InterContinental Bali Resort, Jimbaran. Mengusung semangat kolaborasi untuk masa depan laut yang regeneratif, MDPI hadir sebagai exhibitor sekaligus pembicara dalam sesi Showcase Exhibitors Presentations.

Bali Ocean Days tahun ini mengangkat tema “Navigating Solutions for a Regenerative Ocean Future”, sebuah ajakan untuk melangkah melampaui diskusi menuju implementasi nyata. Forum ini mempertemukan beragam pemangku kepentingan, mulai dari ilmuwan, pembuat kebijakan, komunitas pesisir, pelaku usaha, hingga organisasi masyarakat sipil, untuk membangun solusi yang dapat langsung diterapkan di tingkat tapak.

Booth MDPI: Ruang Bertemu, Berbagi, dan Berkontribusi

Pengunjung di booth MDPI
Interaksi pengunjung Bali Ocean Days 2026 di booth MDPI (Jumat, 30 Januari 2026)

Sebagai exhibitor, MDPI membuka ruang interaksi dengan para peserta untuk saling mengenal, berdiskusi, sekaligus memperkenalkan produk-produk eksklusif MDPI yang dapat diadopsi. Seluruh keuntungan dari adopsi produk ini akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembentukan kelompok Bendega di Kabupaten Karangasem, Bali, sebuah inisiatif yang berfokus pada penguatan nelayan tradisional Bali sebagai garda terdepan penjaga laut.

Kehadiran MDPI di area pameran bukan sekadar etalase program, tetapi juga ruang percakapan tentang bagaimana kerja-kerja di tingkat komunitas pesisir dapat terhubung dengan agenda keberlanjutan yang lebih luas.

MDPI: Bekerja dari Akar Rumput Perikanan Skala Kecil

Direktur MDPI berbicara.
Direktur MDPI berbicara dalam sesi Showcase Exhibitors Presentations, (Jumat, 30 Januari 2026)

Dalam sesi Showcase Exhibitors Presentations, Direktur MDPI Yasmine Simbolon memperkenalkan MDPI sebagai organisasi masyarakat sipil berbasis di Bali yang telah bekerja di delapan provinsi di Indonesia. Dengan hampir separuh stafnya tinggal dan bekerja langsung di desa nelayan, MDPI menempatkan kerja-kerja akar rumput sebagai fondasi utama dalam memperbaiki pengelolaan perikanan skala kecil. Pendekatan ini dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan praktis, agar mudah dipahami oleh masyarakat pesisir.

“Jika solusi tidak pernah benar-benar sampai ke nelayan yang setiap hari menyentuh laut, masa depan siapa yang sebenarnya sedang kita regenerasikan?” ujar Yasmine.

Dengan tagline “Happy People, Many Fish”, MDPI berupaya menyeimbangkan ketahanan hidup masyarakat pesisir dengan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan patuh terhadap regulasi. 

Bendega Karangasem: Penjaga Laut Bali yang Sering Terpinggirkan

Aktivitas masyarakat pesisir Karangasem, Bali
Aktivitas masyarakat pesisir Karangasem, Bali setiap pagi hari.

MDPI mulai bekerja di Bali kurang dari lima tahun terakhir, dengan memilih Desa Antiga dan Seraya Timur (Tukad Tis) di Kabupaten Karangasem sebagai lokasi dampingan. Seperti di wilayah lainnya, MDPI memulai intervensi dengan pengumpulan data pendaratan ikan, karena tanpa data, pengelolaan perikanan yang adil dan efektif tidak mungkin dilakukan.

Nelayan di wilayah ini menghadapi tantangan berlapis: musim tangkap yang tidak menentu, fluktuasi harga harian, rantai pasok yang panjang, hingga ruang tangkap yang beririsan langsung dengan jalur pariwisata dan kapal besar. Ironisnya, ikan tuna neritik yang mereka tangkap, yang akrab dengan masyarakat Bali yaitu ikan tongkol, merupakan bagian penting dari ketahanan pangan lokal.

Dalam kearifan lokal Bali, kelompok nelayan tradisional ini dikenal sebagai Bendega. Mereka bukan sekadar pelaku ekonomi, tetapi memiliki peran sosial, budaya, dan spiritual yang kuat, selaras dengan filosofi Tri Hita Karana: harmoni antara manusia, alam, dan nilai spiritual.

Baca Juga: MDPI Dorong Peran Nelayan Tuna Skala Kecil dalam Penguatan Ketahanan Pangan Nasional dalam RDPU Komisi IV DPR RI

Dari Kebijakan ke Praktik: Menghidupkan Kembali Peran Bendega

MDPI bekerja bersama para pemimpin desa, petugas perikanan lokal, dan Pemerintah Provinsi Bali untuk mendorong praktik co-management perikanan. Salah satu langkah awal adalah membantu pendaftaran kapal nelayan agar keberadaan mereka diakui secara resmi oleh negara.

Berbagai pelatihan juga dilakukan, mulai dari peningkatan mutu hasil tangkapan, keselamatan melaut, hingga literasi keuangan melalui permainan Si Keong Nelayan. MDPI turut mendampingi pembentukan kelompok Bendega yang lebih formal.

Upaya ini sejalan dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 11 Tahun 2017, yang mengamanatkan perlindungan dan pelestarian Bendega sebagai aset sosial, budaya, dan ekonomi Bali. Namun, regulasi saja tidak cukup. Tanpa petunjuk teknis dan pembagian peran yang jelas, kebijakan berisiko berhenti di atas kertas.

Sejak 2025, MDPI aktif bekerja dengan berbagai dinas pemerintahan Provinsi Bali terkait untuk mendorong implementasi nyata perda ini. Harapannya, Bendega dapat memperoleh posisi yang setara dalam tata kelola pesisir, sebagaimana Subak dalam sistem pertanian Bali, termasuk akses terhadap dukungan dana dan kebijakan desa.

Bali Memanggil: Saatnya Berkolaborasi

Foto bersama penyelenggara dan para exhibitor di Bali Ocean Days 2026
Foto bersama penyelenggara dan para exhibitor di Bali Ocean Days 2026 (Jumat, 30 Januari 2026)

Melalui Bali Ocean Days 2026, MDPI mengajak lebih banyak pihak untuk berinvestasi di tempat di mana masa depan laut benar-benar dijalani setiap hari. Bagi MDPI, organisasi masyarakat sipil tidak bisa selamanya berada di satu lokasi. Yang menjadi fokus utama adalah memastikan sistem, kapasitas, dan kepemimpinan lokal yang berkelanjutan.

Pendanaan untuk program di Bali bukan perkara mudah, karena Bali kerap dianggap sebagai wilayah yang sudah maju. Padahal, desa-desa nelayan di pesisir timur Bali masih menghadapi tantangan mendasar.

Baca juga: Menyalakan Kembali Suara Bendega di Pesisir Timur

MDPI membuka peluang kolaborasi, mulai dari dukungan akses pasar bagi hasil tangkapan nelayan, peningkatan kualitas penanganan ikan, hingga adopsi produk-produk MDPI untuk mendukung kegiatan pembentukan Bendega di Karangasem.

“Jika belum bisa melakukan aksi besar, ingatlah bahwa aksi kecil tetap berarti,” tutup Yasmine.