Perkuat Ketahanan Masyarakat Pesisir, MDPI Gelar Festival Kesehatan dan Pelatihan Keselamatan di Kabupaten Buru

Ketahanan masyarakat pesisir melalui kesehatan dan keselamatan nelayan menjadi semakin penting, terutama di tengah tingginya risiko kerja yang dihadapi saat melaut. Bagi keluarga nelayan, akses terhadap layanan kesehatan preventif yang rutin dan dekat dengan aktivitas sehari-hari menjadi kebutuhan mendasar untuk menjaga produktivitas dan keselamatan.

Menjawab tantangan ini, Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) menyelenggarakan Festival Kesehatan & Keselamatan Berbasis Komunitas di Desa Wailihang, Kecamatan Waplau, pada 9–10 April 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang merupakan keluarga nelayan dari Desa Wailihang, Waprea, dan Waepure.

Festival ini menghadirkan layanan kesehatan preventif langsung ke tengah masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar, deteksi dini gangguan kesehatan seperti penglihatan dan penyakit kronis, hingga edukasi terkait perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, baik di laut maupun di darat. Melalui pelatihan pertolongan pertama, masyarakat desa khususnya perempuan, didorong untuk memiliki kemampuan dasar dalam merespons kecelakaan dan kondisi darurat di tingkat komunitas.

Wakil Bupati Kabupaten Buru
Wakil Bupati Kabupaten Buru, Sudarmo, membuka Festival Kesehatan & Keselamatan Berbasis Komunitas di Desa Wailihang, Kecamatan Waplau (Kamis, 9 April 2026)

Wakil Bupati Kabupaten Buru, Sudarmo, yang turut hadir dan meresmikan kegiatan ini, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Yayasan MDPI. “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Yayasan MDPI atas terselenggaranya kegiatan ini. Kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Harapannya, masyarakat tidak hanya semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan, tetapi juga ikut berperan dalam melestarikan lingkungan pesisir,” ujarnya.

Mendekatkan Akses untuk Ketahanan Masyarakat Pesisir

Pemeriksaan kesehatan nelayan.
Sesi pemeriksaan kesehatan bagi nelayan oleh dokter (Kamis, 9 April 2026)

Bagi banyak keluarga nelayan, layanan kesehatan preventif masih belum mudah dijangkau. Pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi kesehatan tetap terjaga, sehingga nelayan dapat terus beraktivitas dengan aman dan produktif.

Kepala Puskesmas Kecamatan Waplau, Hamid, menyampaikan bahwa kegiatan ini turut membantu tenaga kesehatan dalam memetakan kondisi kesehatan masyarakat.
“Melalui pemeriksaan seperti gula darah, kolesterol, dan asam urat, kami dapat melihat gambaran umum kondisi kesehatan masyarakat di tiga desa ini. Ini sangat membantu dalam upaya deteksi dini,” jelasnya.

Pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat pesisir.
Masyarakat pesisir memeriksa kesehatan dasar oleh tenaga medis (Kamis, 9 April 2026)

Melalui pendekatan berbasis komunitas, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat pesisir melalui kesehatan dan keselamatan nelayan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui layanan sesaat tetapi juga sistem kesiapsiagaan jangka panjang.

Kegiatan ini turut didukung oleh International Fund for Fishing Safety (IFFS) sebagai bagian dari upaya global dalam meningkatkan keselamatan nelayan skala kecil.

Baca juga: Memperkuat Peran Nelayan Skala Kecil di Kepulauan Sula melalui Data dan Akses Energi yang Lebih Adil

Suara dari Pesisir Buru

Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Bagi mereka, kehadiran layanan kesehatan di desa menjadi pengalaman yang jarang sekaligus bermakna.

Dialog nelayan
Umar Papalia dalam sesi dialog dengan Wakil Bupati Kabupaten Buru (Kamis, 9 April 2026)

Nelayan tuna asal Desa Waprea, Umar Papalia, mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini. “Saya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Dari sini saya jadi lebih sadar bahwa menjaga kesehatan itu penting dan tidak bisa ditunda,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan oleh istrinya, Fatma Warhangan. “Hasil cek kesehatan saya tadi alhamdulillah baik. Kegiatan seperti ini sangat membantu kami,” katanya.

Kesehatan dan Keselamatan Nelayan sebagai Fondasi Ketahanan Pesisir

Menunggu obat.
Nelayan menunggu antrian pemberian obat setelah dilakukan pemeriksaan (Kamis, 9 April 2026)

MDPI memandang bahwa kesehatan dan keselamatan nelayan merupakan fondasi penting dalam membangun perikanan yang berkelanjutan. Nelayan yang sehat tidak hanya lebih produktif, tetapi juga lebih mampu beradaptasi dan terlibat aktif dalam pengelolaan sumber daya laut.

Edukasi terkait perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan
Edukasi terkait perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan (Kamis, 9 April 2026)

Direktur MDPI, Yasmine Simbolon, menegaskan pentingnya pendekatan yang menyeluruh dalam mendukung masyarakat pesisir. “Kegiatan ini bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat fondasi kehidupan masyarakat pesisir, mulai dari kesehatan, keselamatan, hingga keberlanjutan sumber daya laut,” ujarnya.

Baca juga: Menuju Legalisasi Bendega

Sambutan Direktur MDPI
Sambutan Direktur MDPI, Yasmine Simbolon (Kamis, 9 April 2026)

Melalui kegiatan ini, MDPI berupaya melengkapi dan memperkuat layanan kesehatan yang telah tersedia, dengan menghadirkan pendekatan yang lebih dekat ke masyarakat serta mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Pelatihan tanggap darurat
Pelatihan pertolongan pertama khususnya bagi masyarakat perempuan yang dipandu oleh dokter (Jumat, 10 April 2026)