Sambut 2026, MDPI Tegaskan Komitmen “Berdaya” untuk Nelayan Skala Kecil

oleh Muhammad Alzaki Tristi

Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) menyambut tahun 2026 dengan semangat baru melalui kegiatan internal Kick Off 2026 bertajuk “Berdaya: Merangkul Proses, Menguatkan Arah Bersama.” Momentum ini menjadi penanda komitmen MDPI untuk terus memperkuat pemberdayaan nelayan skala kecil dan komunitas pesisir melalui pendekatan yang berkelanjutan, reflektif, dan berpihak pada proses jangka panjang. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh tim MDPI dari 8 provinsi wilayah kerja.

Direktur MDPI, Yasmine Simbolon, menegaskan dalam sambutannya bahwa pemberdayaan bukanlah proses yang instan atau selalu rapi. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kerja pendampingan nelayan kerap berjalan di tengah ketidakpastian, tantangan struktural, dan dinamika sosial yang kompleks. Namun justru di situlah makna berdaya menemukan bentuknya yang paling nyata.

“Berdaya bukan berarti tidak pernah jatuh. Berdaya berarti punya kapasitas untuk bangkit, memilih, dan bertahan. Di 2026 ini, MDPI memilih untuk merangkul proses pemberdayaan itu sendiri termasuk kekacauannya, tantangannya, dan pelajaran yang menyertainya,” ujar Yasmine.

Selama lebih dari satu dekade, MDPI bekerja bersama nelayan skala kecil untuk memperkuat kapasitas, akses pengetahuan, dan ruang pengambilan keputusan mereka. Memasuki 2026, MDPI menegaskan kembali perannya bukan sebagai pengganti suara komunitas, melainkan sebagai pendamping yang membantu nelayan menentukan masa depan mereka sendiri secara lebih berdaulat.

Foto bersama tim MDPI dari delapan provinsi wilayah kerja.
Foto bersama tim MDPI dari delapan provinsi wilayah kerja.

Semangat berdaya ini juga dirasakan oleh tim lapangan MDPI yang selama ini menjadi penghubung langsung antara organisasi dan komunitas dampingan. Neorifal Muhama, Site Coordinator MDPI Maluku Utara, menyampaikan rasa syukurnya dapat menjadi bagian dari proses panjang tersebut.

“Menjadi bagian dari MDPI membuat saya belajar bahwa perubahan tidak selalu cepat, tapi selalu bermakna. Saya bersyukur bisa tumbuh bersama komunitas dan organisasi yang mau mendengar, belajar, dan berproses bersama,” ungkap Neorifal.

Baca Juga: Menyoroti Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur: MDPI Bawa Suara Nelayan Skala Kecil Menggema di Makassar

Sementara itu, Roy Bakari, Fisheries Officer MDPI di Desa Tehoru, Maluku, melihat tahun 2026 sebagai peluang untuk memperkuat pemberdayaan nelayan melalui pemanfaatan teknologi perikanan yang lebih tepat guna.

“Saya punya semangat dan visi agar nelayan semakin berdaya dengan teknologi, bukan sekadar alat, tapi sebagai sarana untuk memperkuat posisi mereka dalam pengelolaan perikanan dan akses pasar. Hal ini telah ditunjukkan dari penambahan nelayan yang menggunakan perahu apps,” kata Roy.

Dari sisi pengembangan komunitas, Agustina Nilam Ratnawati, Community Development Lead MDPI, menaruh harapan besar pada peran tim lapangan sebagai garda terdepan pemberdayaan. “Teman-teman lapangan adalah wajah MDPI di komunitas. Harapan saya, mereka terus menjadi ruang aman bagi nelayan untuk belajar, bersuara, dan berani menentukan pilihan hidupnya sendiri,” ujarnya.

Melalui Kick Off 2026, MDPI juga menegaskan komitmen untuk terus membenahi diri sebagai organisasi yang terbuka, reflektif, dan berdaya dari dalam sebagai fondasi penting untuk mendukung perubahan yang lebih adil dan berkelanjutan di tingkat komunitas.

Baca juga: Nelayan Maluku Utara: Bertarung di Laut, Tersandung di Darat

Dengan semangat “Berdaya”, MDPI melangkah ke tahun 2026 dengan keyakinan bahwa pemberdayaan sejati lahir dari keberanian untuk belajar, melepaskan cara lama yang tidak relevan, dan berjalan bersama komunitas menuju masa depan perikanan yang lebih tangguh.