Catatan Internship: Banyak Belajar tentang Pendataan Ikan dan Interaksi dengan Nelayan

6 Aug 2019
Moch Syifa
160
0

KUPANG- Saya adalah salah satu mahasiswa semester VI Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, Universitas Nusa Cendana Kupang yang turut serta dalam Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang berlangsung di Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) yang bertempat di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba  Kota Kupang. PKL saya lakukan untuk periode 1 Juli sampai 2 Agustus 2019.  Kegiatan PKL bertujuan untuk menunjang pengetahuan mahasiswa dalam bidang yang mereka tekuni masing-masing.

Hari pertama PKL, kaki ini melangkah penuh semangat menghampiri kantor Yayasan MDPI Kupang. Berawal dari senyuman manis yang penuh hangat dari staf yang ada di Yayasan MDPI Kupang. Saya bersama seorang teman saya, Firman, disambut dengan penuh keakraban. Kami memulai hari itu dengan perkenalan singkat dan menyimak materi yang sangat luar biasa sesuai dengan bidang jurusan kami. Materi tersebut disampaikan langsung oleh Pak Alief Dharmawan sabagai Supervisor di Yayasan MDPI Kupang. Materi yang dipaparkan meliputi perikanan yang berkelanjutan, alat tangkap ramah lingkungan, ikan target, hasil tangkapan sampingan, identifikasi ikan, dan indentifikasi langkah awal dalam pengkajian stock. Dari materi ini kami belajar bahwa untuk melestarikan lingkungan laut agar tetap  terjaga sumber daya ikannya harus menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan. Ini sekaligus untuk mengetahui jenis ikan yang ditargetkan dan hasil tangkapan sampingan untuk didata oleh MDPI.

Desi belajar melakukan pendataan perikanan, salah satunya adalah dengan melakukan wawancara dengan nelayan.

Selain materi yang kami dapat, kami juga diarahkan untuk menonton video penangkapan ikan untuk mengindentifikasi jenis-jenis ikan yang nelayan tangkap. Untuk mengidentifikasi jenis ikan kami dijarkan menggunakan analisis data Time Lapsed Camera (TLC). Analisis TLC merupakan sebuah kamera yang mengambil gambar otomatis secara berkala yang digunakan untuk memontoring semua peristiwa yang terjadi. TLC adalah metode baru yang sederhana dalam mengumpulkan data perikanan pancing ulur (Handline) yang tentunya dapat digunakan sebagai bukti ilmiah.

Kegiatan PKL ini difokuskan pada pendataan di mana saya mendapatkan tugas mendata ikan target dan saya memilih ikan tuna untuk didata sebagai judul PKL saya. Untuk pendataannya, saya memulai dengan melakukan pengukuran panjang ikan tuna dan menimbang berat dari ikan tuna. Pengukuran panjang berat tuna ini  bertujuan untuk mengetahui perbandingan yang signifikan antara panjang dan berat ikan tuna. Pendataan ini didampingi langsung oleh Pak Alief Dharmawan sebagai Site Supervisor. Lalu ada pula Ibu Agnesia Dau sebagai Sustainability Facilitator dan Pak Hernot Reits Jon Loudoe sebagai Sustainability Facilitator. Saya diajarkan bagaimana bersikap dan berinteraksi dengan baik terhadap para nelayan yang kami temui di lapangan guna mendapatkan respon yang baik sehingga kegiatan pendataan dapat berlangsung sesuai dengan yang diharapkan. Adapun tuna yang ditemukan dilapangan, yaitu Thunnus albacares (Yellowfin tuna/YFT), Thunnus obesus ( Bigeye tuna/ BET), Katsumonus pelamis (cakalang/SKJ),  dan Thunnus alalunga (Albakor/ ALB). Sebelum saya melakukan PKL saya mengetahui terdapat semua jenis tuna di PPI Oeba, namun pada kenyataannya hanyalah empat jenis tuna yang didapatkan. Ukuran dan berat ikan tuna yang didapatkan adalah  ikan  SKJ  beratnya adalah 3,1 – 3,8 Kg, Panjangnya 31-62 cm. Berat YFT dimulai dari 1- 65 Kg, panjang 27- 150 cm, berat BET di mulai dari1,17-35 Kg, panjangnya 51-124 cm.

Saya memilih MDPI sebagai tempat PKL saya karena awalnya MDPI melakukan sebuah seminar di Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana dan dari itu saya melakukan pendekatan dengan Pak Alief. Tak disangka, dia menyambut saya dengan begitu antusias sehingga saya merasa nyaman untuk melakukan PKL di MDPI.

 

Ditulis oleh: Desi Satria Homa Galla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *