• Fair Trade Program Admin

    14 Feb 2019
    mdpi
    193

    Posisi                      : Fair Trade Program Admin
    Lokasi                      : Denpasar, Bali
    Kepegawaian       : Kontrak
    Melapor kepada  : Fair Trade Coordinator
    Deskripsi               :

    Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) bekerjasama dengan berbagai organisasi dan banyak pihak yang berkepentingan untuk mendukung perikanan Indonesia yang berkelanjutan. Dalam mendukung tujuan program ini MDPI membutuhkan seorang  Fair Trade Program Admin. Kandidat terpilih akan melaksanakan tanggung jawab pada seluruh aktifitas administrasi dan dokumentasi yang diperlukan oleh site dengan program Fair Trade (FT). Memastikan dan bekerja sama dengan berbagai pihak dan departemen lain agar program Fair Trade berjalan dengan lancar.

    Tugas dan Tanggung jawab

    • Menyimpan dengan sangat baik bukti dokumentasi atau pendukung lainya kedalam media penyimpanan untuk keperluan audit.
    • Bertanggung jawab untuk melacak dan mengatur permintaan perjalanan dinas Tim FT
    • Menyusun dan mengkompilasi berbagai laporan dari tim FT di lapangan
    • Membantu Manajer dan Koordinator dalam menyiapkan laporan untuk para donor dan Fair Trade USA
    • Membantu Manajer dalam pembayaran premi kelompok nelayan dan memberikan kompilasinya kepada para pemangku kepentingan
    • Ikut melakukan implementasi FT di lokasi yang sudah ditentukan, jika diperlukan.

     Syarat dan Kualifikasi:

    • Lulusan Universitas atau Diploma III dari latar belakang Sekretaris / Manajemen Bisnis / akuntansi
    • Miliki motivasi dan inisiatif yang baik untuk mempelajari bidang NGO/LSM dan industri perikanan, nilai tambah jika memilik pengalaman di bidang tersebut
    • Keterampilan yang dibutuhkan: Office (MS Office, seperti: Excel, Word, powerpoint)
    • Terampil dalam bebahasa Inggris baik dalam membaca, lisan dan tulisan
    • Teliti dan dapat berkerja secara terperinci terhadap angka dan manajemen data
    • Mampu melakukan presentasi pada data yang diolah/kerjakan
    • Berorientasi pada detail dan target, bekerja secara terorganisir dan sistematis
    • Dapat berkejasama dan berkomunikasi secara baik dengan berbagai kalangan dan latar belakang budaya yang berbeda, dalam tim internal maupun dengan mitra eksternal (stakeholder lain atau pihak terkait)
    • Memahami dan mampu mengatur jadwal dan menangani agenda perjalanan untuk penerbangan dan pemesanan hotel
    • Terbuka terhadap hal-hal baru dan bersedia melakukan perjalanan ke lokasi pelaksana ke tempat-tempat terpencil lainnya di Indonesia
    • Diutamakan pelamar domisili Denpasar

    MDPI berkomitmen untuk menerapkan rekrutmen bebas diskriminasi dari unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan), mendukung  kesetaraan gender, anti perdagangan manusia dan menolak segala bentuk penggunaan dan perdagangan narkotika.

    Lamaran ditujukan kepada HRD MDPI, kirimkan lamaran lengkap via email ke: career@mdpi.or.id dengan Judul Application: Fair Trade Program Admin, Denpasar Indonesia

    Continue Reading
  • Analisis TLC: Monitoring Praktik Perikanan Berkelanjutan pada Nelayan Tuna Pancing Ulur Skala Kecil

    13 Feb 2019
    Moch Syifa
    89
    0

     

    Perkenalkan, nama saya Idham Bali Haryono, yang sehari-hari akrab disapa dengan sebutan Idham. Saat ini saya sedang duduk di semester 6, Program Studi Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana.

    Banyak pertanyaan dari teman-teman kampus yang terlontar ke saya. Misalnya, “PKL (praktik kerja lapangan, Red) kok di kantoran?” atau “PKL kok gak sesuai bidang,” serta beberapa pertanyaan lainnya. Namun saya abaikan semua pertanyaan tersebut karena dengan membuka mata sedikit lebih lebar, saya mendapatkan sebuah visi, yaitu ‘memajukan kuantitas dan kualitas data perikanan di setiap perairan, khususnya data pada perikanan tuna handline skala kecil di wilayah terpencil’.

    Melalui visi ini, saya berharap akan semakin banyak peneliti perikanan dan para pemegang kebijakan tertarik serta peduli dengan kondisi masyarakat pesisir dan kondisi suatu perairan khususnya di wilayah terpencil. Sehingga potensi perikanannya dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan kelestarian sumber daya perikanan.

    Dalam artikel yang singkat ini, saya mencoba berkisah tentang ‘Analisis Time Lapsed Camera (TLC) pada Perikanan Tuna Pancing Ulur Skala Kecil’ sebagai pilihan yang saya ambil ketika PKL di Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) selama 22 hari.

    Di zaman milenial ini pasti kebutuhan akan kamera sudah menjadi kebutuhan penting, terutama untuk mengabadikan berbagai momen penting. Namun, jika mendengar Time Lapsed Camera sudah pasti tidak semua mengetahuinya. TLC merupakan sebuah kamera pengambil gambar otomatis secara berkala yang digunakan untuk memonitoring sebuah peristiwa.

    Lalu, kaitannya dengan perikanan dan kelautan apa, ya? TLC ini digunakan untuk meningkatkan informasi tentang praktik perikanan pancing ulur atau handline pada nelayan tuna skala kecil, khususnya interaksi antara nelayan dengan hewan-hewan laut yang sudah dikategorikan sebagai hewan ETP atau endangered, threatened, and protected (langka, terancam punah dan dilindungi). Hewan-hewan tersebut misalnya hiu, pari, penyu laut, paus, lumba-lumba dan burung laut.

    Pemanfaatan TLC ini merupakan sebuah metode baru yang sederhana dalam mengumpulkan data perikanan pancing ulur yang tentunya dapat digunakan sebagai bukti ilmiah. Bahwa praktik perikanan yang dilakukan oleh nelayan tuna skala kecil di Indonesia merupakan praktik penangkapan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Dengan demikian, dapat pula menjadi kepercayaan dari pasar dunia untuk lebih memilih produk perikanan tangkap tuna Indonesia, yang pada akhirnya nanti dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan skala kecil.

    TLC ini dipasang langsung di atas kapal nelayan tuna pada setiap trip atau perjalanan penangkapan. Hasil rekamannya berupa kumpulan gambar-gambar yang masih belum dianalisis. Untuk itu, pada PKL yang saya ikuti fokus tugasnya adalah untuk menganalisis hasil rekaman TLC, salah satunya adalah yang berasal dari Kabupaten Buru Provinsi Maluku.

    Hari-hari PKL saya habiskan duduk di atas kursi bermodalkan laptop untuk menganalisis hasil rekaman TLC dengan cara menonton dan memperhatikan setiap peristiwa dalam rekaman tanpa boleh dipercepat, kemudian melakukan screeshoot pada setiap informasi penting yang diperoleh, seperti jenis spesies hasil tangkapan, informasi rumpon, interaksi hewan ETP dengan nelayan serta waktu keberangkatan dan waktu mendarat.

    Dari hasil analisa TLC ini menujukkan bahwa ternyata nelayan tuna skala kecil di Pulau Buru tidak pernah melakukan penangkapan terhadap spesies ETP, tetapi 100 persen menangkap spesies ikan yang masih diperbolehkan seperti, tuna sirip kuning, tuna mata besar, cakalang dan ikan lumadang. Ini artinya bahwa nelayan tuna di Pulau Buru menggunakan alat tangkap yang sangat selektif dan ramah lingkungan. Selain itu, tingkat kesadaran dan pemahaman yang dimiliki nelayan yang ada di Pulau Buru tentang peran hewan ETP di ekosistem laut menjadikan mereka sangat menyayangi dan menjaga kelestariannya.

    Meskipun PKL saya ini mengerjakan hal yang menoton dengan mennton setiap potongan video, namun saya sangat bangga telah ikut berkontribusi dalam perikanan berkelanjutan dengan menyediakan informasi melalui TLC. Terlebih lagi ketika mengetahui bahwa nelayan sangat sadar akan kelestarian ekosistem laut yang merupakan ladang mereka yang sangat fluktuatif hasilnya.(*)

     

    Penulis: Idham Bali Haryono

    Continue Reading
  • Programmer

    28 Jan 2019
    mdpi
    267

    Position                   : Programmer
    Location                  : Denpasar, Bali – Indonesia
    Employment            : Contract Fixed Term Hired
    Report to                 : Supply Chain Manager

    Description:
    Masayarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) Foundation supports the development of the fishing communities and supply chains of these fisheries through programs that support economic improvements and social stability for the people. These activities are conducted within the supply chain of varied seafood products by supporting industry to support sustainability fisheries from social aspects and or other market- driven demands.

    MDPI need an IT Programmer to support our system development, specifically related to, but not limited to, the development and stakeholder use of the I-Fish database system to work towards the improvement of sustainability within Indonesian Fisheries. The primary responsibility for the Programmer is to maintain and develop the I-Fish database system. The Programmer will contribute to the many MDPI projects by providing technical and data assistance related to I-Fish and others and will also interact with government level officials and stakeholders to support I-Fish understanding and institutionalization within Indonesia.

    MAJOR RESPONSIBILITIES:

    1. I-Fish database maintenance and development: regularly review the I-Fish database to ensure data quality and ease of use. Updates to the system will be implemented as required by the programmer and by request from other departments.
    2. I-Fish connection with external systems: to facilitate data sharing and MDPI project implementation, I-Fish needs to be connected to external systems, such as, but not limited to, ThisFish, ScanThis and the Dock app. The programmer will work in collaboration with project partners to develop the required API between I-Fish and the project system
    3. Support Supply Chain programs: the Supply Chain department requires information from I-Fish to verify and communicate the traceability of fish products and works with various partners to implement technology solutions for this purpose in Indonesia. The programmer will support the Supply Chains efforts in developing, installing and implementing traceability technology solutions that require contributions from I-Fish data
    4. VIC system: MDPI is currently developing a Vessel Identifier Code system for vessels in MDPI sampling sites. The programmer will support the development and explanation of the VIC purpose and functioning within MDPI and to partners
    5. Data reporting: Stakeholder data reports and an interactive data analysis section are being developed for the I-Fish system. The programmer will support this endeavor, making suggestions for improvements, contributing to the data analysis and work to explain the system with stakeholders
    6. Support the conceptualization and subsequent development of new projects for MDPI, related to IT, Database development, App development etc. Contribute to MDPI strategy planning as required, made additions to proposals for funding as required

    Qualifications and R equirements:

    • Bachelor degree in Computer and Informatics or related field
    • A minimum experience of 3 years of developing web applications and database management, specifically through using CSS, HTML, PHP, Javascript
    • Experience working with Linux Centos operating system
    • Familiarity working Android Studio for app development
    • Experience with PostgreSQL databases or other similar open source database systems
    • Experience with RStudio, LaTeX and ArcGIS desirable
    • Experience with API system integration (integration software with devices, creating QR label, etc.)
    • Good analytical thinking and problems solving
    • Having experience in communication and presentation skills
    • Considerate of sensitive data
    • Able to work collaboratively with teams and independently
    • Time management skills on projects
    • Ability to stay positive, supportive, and open to new ideas or approaches solutions to solving problems
    • Able to work with minimum supervision, and work with multiple diversity working environment with multi stake holder
    • Willing to frequently travel to implementing areas in Indonesia and/or abroad and willing to work overtime when needed.
    • Good command of the English and Bahasa

    MDPI is committed to implementing free discrimination recruitment from the elements of SARA (Tribe, Religion, Race and Intergroup), supporting gender equality, anti-trafficking in persons and rejecting all forms of drug use and trafficking.

    Send complete application to MDPI HR via email: career@mdpi.or.id with subject: Application: Programmer, Bali, Indonesia

    Continue Reading
  • Grant Manager

    23 Jan 2019
    mdpi
    467

    Position : Grant Manager
    Location : Denpasar, Bali – Indonesia
    Employment : Contract Fixed Term Hired
    Report to : Operations Director

    Description:
    Masayarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) Foundation support the development of the fishing communities and supply chains of these fisheries through programs that support economic improvements and social stability for the people. These activities are conducted within the supply chain of varied seafood products by supporting industry to support sustainability fisheries from social aspects and or other market- driven demands.

    MDPI receive grants or funding from vary organizations, Grant Manager shall support programs and operations to make the most effective and efficient use of a diverse range of funding sources arising from the donor. Within financial framework, implement and undertake financial, management and supporting budgeting activities as well as budget consolidation for program/projects and support our partners in developing and maintaining efficient financial systems/ records, in order to ensure the optimum support to field program implementation and operations.

    Duties and Responsibilities:

    • Managing and supporting the grants requirement and implementation for the organization. Identify and develop strategies to optimize the grants administration process
    • Perform relevant research to identify available grant opportunities and evaluate the results
    • Oversee if the grants are implemented according to the operational and financial needs of the organization
    • Keep the relevant staff informed about upcoming deadlines and deliverables, thereby ensuring smooth completion of work responsibilities
    • Oversee the job of invoicing, accounting, reporting, and other administrative functions to ensure successful execution of grant process
    • Prepare financial or budget plans and allocation along with the planning and finance department in accordance with each requirement
    • Analyze the budget trends and make recommendations for cost control and reduction for various grants
    • Provide detailed reports to the funders and the board of directors with respect to the organization’s progress
    • Monitor paperwork and other related documents connected with grant-funded programs
    • Maintain records of all payments and receivables and prepare monthly records for all grant related activities
    • Provide training to the new staff on grants management and reporting requirements

    Remarks/Skill needed:

    • Minimum bachelor degree in Economy or Financial or Accounting
    • Provide support to the organization and the program staff in understanding the issues related to items described in the contracts and agreements.
    • Under managerial supervision of the Operations Director’s approval, review, analyze, and negotiate contracts and agreements
    • Provide guidance on contracts and grants and interpret the donors’ policies, regulations and terms and conditions to the organization and the staff
    • Provide financial and narrative reports based on donor reporting schedules
    • Good command of English both spoken and written
    • Sufficient computer skill, i.e. MS Office
    • Able to cope working in a fast pace organization
    • Able to work with minimum supervision, and work with multiple diversity working environment with multi stake holder
    • Willing to frequently travel to implementing areas in Indonesia and/or abroad and willing to work overtime when needed.
    • Ensure grant compliance according to donor regulations and institutional guidelines
    • Willing to travel

    MDPI is committed to implementing free discrimination recruitment from the elements of SARA (Tribe, Religion, Race and Intergroup), supporting gender equality, anti-trafficking in persons and rejecting all forms of drug use and trafficking.

    Send complete application to MDPI HR via email: career@mdpi.or.id with subject: Application: Grant Manager, Bali, Indonesia

    Continue Reading
  • Fair Trade Assistant – Pulau Buru, Maluku

    14 Jan 2019
    mdpi
    454

    Posisi : Fair Trade Assistant
    Lokasi : Maluku Utara, Indonesia
    Kepegawaian : Kontrak
    Melapor kepada : Fair Trade Coordinator

    Deskripsi :
    Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) bekerjasama dengan berbagai organisasi dan banyak pihak yang berkepentingan untuk mendukung perikanan Indonesia yang berkelanjutan. Dalam mendukung tujuan program ini MDPI membutuhkan seorang Fair Trade Assistant. Seorang Fair Trade Assistant diminta untuk bertanggung jawab pada seluruh aktifitas yang dilakukan di site yang ditugaskan, bekerja sama dengan banyak pemangku kepentingan dan menjembatani program Fair Trade Assistant organisasi ke pihak luar dan memastikan semua tugas berjalan dengan lancar.

    Memahami konsep Fair Trade dan mensosialisasikannya kepada masyarakat; para nelayan, supplier dan anggota masyarakat lainnya:

    • Memfasilitasi rapat-rapat asosiasi nelayan, melengkapi dan membantu para nelayan tentang bagaimana mengatur sistem untuk mencatat notulensi, pengambilan putusan, dll.
    • Memastikan bahwa kriteria kepatuhan pada standar-standar Fair Trade USA dilaksanakan pada tingkat setinggi mungkin dibawah arahan tim Fair Trade.
    • Menghadiri rapat-rapat co-management dimana kebutuhan dan pandangan para nelayan disampaikan kepada para pemangku kepentingan perikanan.
    • Menerapkan suatu sistim yang memastikan bahwa standar lingkungan seperti tercantum dalam standar Fair Trade USA dipatuhi dan diikuti – menurut instruksi dan arahan dari tim Fair Trade
    • Melaksanakan tugas – tugas terkait lainnya sesuai dengan arahan atasan.

    Kebutuhan / Skill yang dibutuhkan:

    • Menempuh studi jurusan strata 1 bidang Perikanan/Kelautan atau yang terkait ( Freshgraduate dipersilahkan
      melamar)
    • Miliki motivasi dan inisiatif yang baik untuk mempelajari bidang NGO/LSM dan industri perikanan
    • Keterampilan yang dibutuhkan: Office (MS Office, seperti: Excel, Word)
    • Berorientasi pada detail dan target, bekerja secara terorganisir dan sistematis, dapat berkomunikasi dengan berbagai kalangan dan latar belakang
    • Nilai tambah jika terampil dalam Bahasa Inggris dalam membaca, lisan dan tulisan
    • Mampu bekerja dalam organisasi yang cepat
    • Nyaman tinggal di desa nelayan terpencil dan bekerja sama dengan komunitas nelayan
    • Bersedia melakukan perjalanan ke lokasi pelaksana lainnya di Indonesia
    • Diutamakan putra/putri daerah setempat
    • Mampu bekerja dalam tim baik internal maupun mitra eksternal (stakeholder lain atau pihak terkait)

    MDPI berkomitmen untuk menerapkan rekrutmen bebas diskriminasi dari unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan), mendukung kesetaraan gender, anti perdagangan manusia dan menolak segala bentuk penggunaan dan perdagangan narkotika.

    Lamaran ditujukan kepada HRD MDPI, kirimkan lamaran lengkap via email ke: career@mdpi.or.id dengan Judul Application: Fair Trade Assistant Maluku Utara, Maluku, Indonesia

    Continue Reading
  • Fair Trade Assistant – Maluku Utara

    14 Jan 2019
    mdpi
    475

    Posisi : Fair Trade Assistant
    Lokasi : Maluku Utara, Indonesia
    Kepegawaian : Kontrak
    Melapor kepada : Fair Trade Coordinator

    Deskripsi :
    Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) bekerjasama dengan berbagai organisasi dan banyak pihak yang berkepentingan untuk mendukung perikanan Indonesia yang berkelanjutan. Dalam mendukung tujuan program ini MDPI membutuhkan seorang Fair Trade Assistant. Seorang Fair Trade Assistant diminta untuk bertanggung jawab pada seluruh aktifitas yang dilakukan di site yang ditugaskan, bekerja sama dengan banyak pemangku kepentingan dan menjembatani program Fair Trade Assistant organisasi ke pihak luar dan memastikan semua tugas berjalan dengan lancar.

    Memahami konsep Fair Trade dan mensosialisasikannya kepada masyarakat; para nelayan, supplier dan anggota masyarakat lainnya:

    • Memfasilitasi rapat-rapat asosiasi nelayan, melengkapi dan membantu para nelayan tentang bagaimana mengatur sistem untuk mencatat notulensi, pengambilan putusan, dll.
    • Memastikan bahwa kriteria kepatuhan pada standar-standar Fair Trade USA dilaksanakan pada tingkat setinggi mungkin dibawah arahan tim Fair Trade.
    • Menghadiri rapat-rapat co-management dimana kebutuhan dan pandangan para nelayan disampaikan kepada para pemangku kepentingan perikanan.
    • Menerapkan suatu sistim yang memastikan bahwa standar lingkungan seperti tercantum dalam standar Fair Trade USA dipatuhi dan diikuti – menurut instruksi dan arahan dari tim Fair Trade
    • Melaksanakan tugas – tugas terkait lainnya sesuai dengan arahan atasan.

    Kebutuhan / Skill yang dibutuhkan:

    • Menempuh studi jurusan strata 1 bidang Perikanan/Kelautan atau yang terkait ( Freshgraduate dipersilahkan
      melamar)
    • Miliki motivasi dan inisiatif yang baik untuk mempelajari bidang NGO/LSM dan industri perikanan
    • Keterampilan yang dibutuhkan: Office (MS Office, seperti: Excel, Word)
    • Berorientasi pada detail dan target, bekerja secara terorganisir dan sistematis, dapat berkomunikasi dengan berbagai kalangan dan latar belakang
    • Nilai tambah jika terampil dalam Bahasa Inggris dalam membaca, lisan dan tulisan
    • Mampu bekerja dalam organisasi yang cepat
    • Nyaman tinggal di desa nelayan terpencil dan bekerja sama dengan komunitas nelayan
    • Bersedia melakukan perjalanan ke lokasi pelaksana lainnya di Indonesia
    • Diutamakan putra/putri daerah setempat
    • Mampu bekerja dalam tim baik internal maupun mitra eksternal (stakeholder lain atau pihak terkait)

    MDPI berkomitmen untuk menerapkan rekrutmen bebas diskriminasi dari unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan), mendukung kesetaraan gender, anti perdagangan manusia dan menolak segala bentuk penggunaan dan perdagangan narkotika.

    Lamaran ditujukan kepada HRD MDPI, kirimkan lamaran lengkap via email ke: career@mdpi.or.id dengan Judul Application: Fair Trade Assistant Maluku Utara, Maluku, Indonesia

    Continue Reading
  • Perkuat Riset, MDPI Kolaborasi dengan Pusriskan

    3 Jan 2019
    Moch Syifa
    218
    0

    JAKARTA- Akhir 2018 ini ditutup oleh Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) dengan satu capaian yang membanggakan. MDPI berkolaborasi dengan Pusat Riset Perikanan (Pusriskan) Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam penguatan riset untuk pengelolaan perikanan sekala kecil.

    Penandatanganan kerja sama ini dilakukan langsung oleh Direktur Eksekutif MDPI Saut Tampubolon dan Kepala Pusriskan Toni Ruchimat, bertempat di Gedung Pusriskan Jakarta pada Jumat (28/12). Fokus dari kerja sama kali ini adalah pada peningkatan peran nelayan kecil dalam pelaksanaan praktik penangkapan ikan secara bertanggung jawab dengan memanfaatkan peluang pasar.

    Direktur Eksekutif MDPI Saut Tampubolon mengatakan, kerja sama MDPI dan Pusriskan ini dilakukan dalam rangka penguatan pada riset. Termasuk di dalamnya adalah penguatan pengumpulan data ilmiah untuk menghasilkan komposisi data yang akurat. “Di dalamnya ada data hasil tangkapan, pemakaian umpan hidup, interaksi spesies ETP (endangered, threatened, and protected) pada perikanan tuna handline pada nelayan kecil,” kata Saut.

    Data ilmiah ini, kata Saut, digunakan untuk mendukung proses sertifikasi tuna madidihang atau tuna sirip kuning serta data pelengkap scientific report terkait tuna handline kepada RFMO (Regional Fisheries Management Organizations), yakni WCPFC (Western and Central Pacific Fisheries Commission) dan IOTC (Indian Ocean Tuna Commission).

    Bentuk penguatan riset tersebut nantinya akan berupa workshop, lokakarnya, focus group discussion (FGD) yang membahas tentang isu-isu ilmiah serta tantangan pada perikanan tuna skala kecil. Di dalam kerja sama ini, lanjut Saut, termasuk dalam adanya penguatan akses pasar internasional bagi produk Indonesia yang berasal dari nelayan kecil. Yakni melalui dukungan penyediaan data ilmiah untuk memperoleh sertifikat Fair Trade dan Marine Stewardship Council (MSC), sertifikat hasil tangkapan ikan (SHTI), serta sertifikat lainnya. “Kami juga akan fokus pada Harvest Strategy untuk nelayan kecil. Termasuk mendukung pelaksanaan rencana aksi RPP Tuna, Cakalang, Tongkol dan Fisheries Improvement Program (FIP),” kata Saut.

    Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan riset terhadap pengelolaan perikanan skala kecil bisa lebih baik dan berkembang. Sehingga hasil riset bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bersama, terlebih bagi pemerintah untuk pengambilan kebijakan yang tepat sasaran.(*)

     

    Written by: Mohammad Syifa

    Continue Reading
  • Pentingnya Inventarisasi Rumpon pada Nelayan Tuna Handline di PPI Oeba

    3 Jan 2019
    Moch Syifa
    193
    0

    Kata rumpon mungkin asing bagi telinga orang awam. Namun bagi nelayan tuna di sekitar Kupang, kata ‘”rumpon” jika disandingkan dengan kehidupan mereka ibarat dua mata sisi uang yang tidak dapat dipisahkan. Benda yang mengapung di permukaan laut dengan atraktor dari daun kelapa sebagai nutrient yang dipasang hingga kedalaman 5-7 m ini, diakui oleh nelayan sebagai alat bantu yang yang dapat meningkatkan hasil tangkapan, efisiensi bahan bakar, memperpendek waktu penangkapan dan daerah penangkapan yang tetap. Sehingga tidak heran jika nelayan tuna sulit dipisahkan dari rumpon.

    Namun demikian, berbagai kajian mengungkapakan bahwa penggunaan rumpon yang massive atau berlebihan dan padat dapat menghalangi ruaya atau pergerakan alami ikan. Sehingga ikan terkumpul di satu tempat dan tertangkap sebelum dewasa serta meningkatnya tangkapan non target. Terlebih lagi pemasangan rumpon yang tidak mengantongi izin dan ditempatkan secara tidak teratur dapat menimbulkan konflik horizontal antar nelayan serta mengganggu jalur pelayaran laut.

    Melihat dua sisi yang muncul dari penggunaan rumpon ini, maka pengelolaan rumpon menjadi salah satu prasyarat untuk dapat terus digunakan dalam melakukan penangkapan ikan secara berkelanjutan baik secara ekonomi, social dan ekologis. Untuk itu berbagai forum diskusi telah banyak dilakukan sebagai langkah awal dalam pengelolaan rumpon, semisal pertemuan Komite Pengelolaan Data Perikanan (KPDP) Tuna, Cakalang, Tuna (TCT) Provinsi Nusa Tenggara Timur VII yang diinisiasi oleh Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) bersama Dina Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTT dan plekau usaha tuna. Pertemuan yang terakhir adalah sosialisasi penataan rumpon yang dilakukan oleh DKP Provinsi NTT pada 27 September 2018 di Hotel Swissbell, Kupang. Petemuan tersebut menghasilkan kesepakatan dalam melakukan aksi awal berupa inventarisasi rumpon sebagai database untuk pengelolaan rumpon yang lebih baik.

    Menindaklanjuti hal tersebut, di awal bulan Oktober yang lalu staff lapangan MDPI mulai melakukan inventarisasi rumpon. Tidak mudah untuk mengumpulkan para nelayan di satu tempat dalam menggali informasi rumpon, mengingat aktivitas nelayan yang jarang berada di daratan. Untuk itu tim MDPI mendatangi satu per satu pelaku usaha tuna dan nelayan tuna yang berada di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba. Berbekal form yang telah disusun DKP provinsi NTT, staff lapangan mulai melakukan interview dengan nelayan tuna.

    Para nelayan tuna tampak begitu antusias dalam menyampaikan informasi tentang rumpon yang mereka miliki untuk kebutuhaan inventarisasi ini. Mereka memberikan informasi tentang titik koordinat rumpon dan jumlah rumpon yang dimiliki.  Begitu pula halnya dengan pelaku usaha tuna yang menaungi nelayan-nelayan tersebut seperti Usaha Dagang (UD) Bara, UD Tunas Harapan dan CV Armada Sanjaya. Hasil inventarisasi yang diperoleh menunjukkan bahwa nelayan tuna yang berpangkalan di PPI Oeba memiliki 41 rumpon yang terdiri dari 10 kelompok pemilik yang berasal dari 36 kapal. Patong, seorang nelayan tuna hand line di PPI Oeba menyebutkan tentang hal tersebut. “Kolaborasi kepemilikan rumpon merupakan salah satu kegotongroyongan untuk dapat sharing biaya pembuatan,” katanya.

    Namun, kata dia, data titik lokasi rumpon tidak boleh diketahui oleh kapal di luar kelompok karena dapat terjadi pencurian ikan di rumpon tersebut. Praktik ini tentunya dapat menjadi salah satu prinsip pengelolaan rumpon ke depannya, yang mana setiap kapal tidak perlu memiliki satu atau lebih rumpon secara pribadi sehingga dapat mengurangi kepadatan rumpon di laut. Sementara itu, Asis, salah satu nelayan berharap ada upaya tindak lanjut dari pemerintah. “Supaya melalui inventarisasi rumpon ini, ada tindak lanjutan dari pemerintah untuk dapat melegalkan rumpon yang mereka miliki melalui penerbitan SIPR (Surat Izin Pemasangan Rumpon, Red), dan rumpon mereka terbebas dari jalur pelayaran kapal,” katanya.(*)

    Written by: Alief Dharmawan

    Continue Reading
  • KICK OFF: Introducing mini-purse seine data collection to support sustainable fisheries management in Bone, South Sulawesi

    3 Jan 2019
    Moch Syifa
    187
    0

     

    On Monday, 10 September 2018, MDPI collaborated with DKP Bone to socialize the new activity of data collection on small pelagic in mini purse seine and tuna in handline vessels in Bone, South Sulawesi. The data collection for mini-purse seine is a new activity for MDPI, where handline data collection has been the focus to date. This expansion is the commitment of MDPI to support government with good data for the small pelagic fisheries management to make sustainable economic, social and ecosystem.

    The socialization was attended by 21 stakeholders; fishers, middlemen, vessel owners and DKP Bone. The first session was opened by the head of capture Kabupaten Bone, Andi Sukiman. In the opening, he mentioned that one of the challenges for fisheries data collection in Bone is that it is hard to get the real data from supplier and middlemen. He also added that fish handling in fisher level needs to be improved. Now small pelagic fishers pay more attention to the number of fish rather than quality. As a result, much fish is bad quality and receives a low price. This not only affects economic conditions but also the ecosystem. Many fish that are supposed to be left in the ocean for reproduction are caught as low quality fish, with low price. For this reason, Sukiman hoped that there will be fish handling training to address the problem.

    Next, Sukiman discussed about DMC-TCT (Data Management Committee, Tuna-Cakalang-Tongkol) in South Sulawesi. The committee is established as the forum to collaborate among the stakeholder to share information, data, issue related to fisheries in WPP 713. He invited all stakeholder, supplier, fishers and DKP to collaborate in supporting the data collection to provide better quality data, real data and accurate. ‘If all stakeholder collect data, then collect as one big data, it will be really better for fisheries management in order to have sustainable fisheries for the next generation”.

    The next session was the introduction of small pelagic data collection presented by Timur, Data Collection Officer MDPI. Some points are the Indonesian regulation of data collection, the objective, and kind of data to be collected. In the discussion session the participants had many question and comment such as the marine pollution toward catch, technology to catch more fish etc. To answer the question surely will not complete by one answer, but the most important is how all stakeholder can collaborate to support the availability of good data as the basic information for sustainable fisheries management.

    In the last session, all participants raise hand in one agreement to give access and support for MDPI in starting data collection from mini-purse seine in Bone.

    Writer : Putra Satria Timur

    Continue Reading
  • Technology Implementation for Monitoring Sustainable Fisheries

    3 Jan 2019
    Moch Syifa
    181
    0

     

    Hello friends, greetings from Kupang, East Nusa Tenggara. Introducing us Chrisone Jeremi Faber Silalahi and Srisela M.Y Nenobesi. We are 6th semester students at Nusa Cendana University, Faculty of Marine Science and Fisheries, Aquatic Resource Management Study Program. Through this short article we will share stories from when we did our internship (PKL) in one of the MDPI field sites located at Fishing Port Oeba, Kupang.

    The focus of our internship was the implementation of Spot Trace in detecting fishermen’s fishing ground and track. The Spot Trace is a device recording the location of the fishing vessel at specified time intervals (usually one hour). MDPI is trying to implement the Spot Trace device, as a monitoring and compliance tool to combat Illegal, Unregulated and Unreported (IUU) fishing for vessels <30GT, as there are already national regulations covering VMS (Vessel Monitoring Systems) for vessels >30GT. Having the Spot Trace device onboard means the fishermen can prove they were not involved in IUU fishing activities, starting the traceability of the fish while at sea. The fishermen can prove that they were not fishing in conservation areas or in other areas where they are not permitted to fish (i.e. fishing waters of other countries). In addition, by knowing the fishing ground, the relationship between the fishing ground and catch volumes can be determined and can be used as information for government in setting an appropriate policy.

    The fishing ground information from Spot Trace can be used to verify the information provided during the port based data collection interview, thereby, improving the quality of data collection. In addition to installing Spot Trace, we also helped MDPI in implementing the Time Lapse Cameras. This tool takes pictures of fishing activities during fishing trips, usually every 15 seconds. The camera can potentially be used to identify the use of bombs, understand the FAD landscape and use and verify interactions with Endangered, Threatened and Protected (ETP) species, again verifying the information provided during the port based data collection interview. The interview results shows that mostly fishermen only saw ETP species but did not catch ETP species because they were afraid of the punishment that would be received from law enforcers.                  On the sidelines of internship, we also conducted biological sampling of the fish.

    Biological data taken is in the form of fish length and types of fish species caught. These data are very important to support sustainable fisheries management. Especially the length of fish data, it can be used to assess the condition of the fish in the sea through the representation of fish lengths, related to the presence of juvenile and adult individuals.

    We learned so much during our internship in MDPI, especially related to traceability technology to monitor fishing activities by using TLC and Spot Trace.

    Writer : Chrisone Jeremi Faber Silalahi and Srisela M.Y Nenobesi

     

    Continue Reading