Press Release

  • Achieving the Dream: Marine Stewardship Council Certification for Handline Yellowfin Tuna Fishers in Buru Island, Maluku, Eastern Indonesia

    13 May 2020
    MDPI Communications
    481
    0

    Over the last eight years, MDPI has strived to support yellowfin tuna handline fishers in attaining Marine Stewardship Council (MSC) certification. When we began facilitating data collection in late 2012, as part of Anova Food’s Fishing and Living program, we deeply believed that the communities we work alongside could eventually document and strengthen their compliance with MSC’s 3 sustainability principles – 1) sustainable fish stocks, 2) minimizing environmental impact, and 3) effective fisheries management – therefore securing their access to international markets. Today, this dream has come to fruition.

    In 2013, MDPI began actively implementing a Fisheries Improvement Project (FIP) for small-scale handline fishers in Eastern Indonesia with industry partners, Anova Food and PT Harta Samudra. Based on results of a 2009 MSC pre-assessment, MDPI implemented a step-wise approach to fishery improvements. MDPI began collecting catch data – responding to both the data standards and needs of national and regional government bodies as well as industry partners and the MSC. Simultaneously, we set out to strengthen fishery practices and support the collective organization of fishers into associations using the USA Fair Trade standard.

     

    Leveraging the Fair Trade model, an international certification that is not solely focused on the sustainability of the resource, but also on improving livelihoods through community development funds, MDPI was able to assist fisher associations on Buru Island in achieving Fair Trade certification in 2014. With traceability  requirements underpinning both Fair Trade and MSC standards, we were able to transfer progress made and lessons learned from our Fair Trade experience to the MSC standard. Continued implementation and development against our FIP coupled with the better practice, framework, and standards of Fair Trade contributed significantly to the results of MSC pre-assessment conducted in 2018.

    At this time, MDPI also signed an MoU with the Ministry of Marine Affairs and Fisheries (MMAF) with the aim of working jointly to strengthen market access for Indonesian tuna products through certification. In 2019, with support from MMAF and the strong results from pre-assessment, the decision was made to enter into MSC full-assessment. In partnership with the North Buru and Maluku Fair Trade Fishing Association, Anova and PT Harta Samudra, in March 2019, MDPI facilitated the assessment of 123 vessels in the Buru Island handline yellowfin tuna fishery.

     

    After a thorough process and rigorous assessment, today MDPI, the North Buru and Maluku Fair Trade Fishing Association, Anova, and PT Harta Samudra are proud to announce that the handline yellowfin tuna fishery on Buru Island has attained MSC certification. The North Buru and Maluku Fair Trade Fishing Association tuna fishery is the first handline yellowfin tuna fishery in the world, and the second in Indonesia, to be certified to the MSC standard. This represents years of development and marks a major achievement for Indonesian fisheries and MDPI alike.

    Photo: Green Peace

    The fishers who attained MSC certification represent members of the Fair Trade fisher associations MDPI has worked alongside since 2014. These fishers’ catch will now carry two international labels, Fair Trade and MSC. As Jaz Simbolon, our Executive Director, noted earlier today, “this is a beautiful stop on the journey towards sustainable fisheries, one that we believe in deeply, and one for which there is still a lot of hard work ahead.”

    We’re extremely proud of seeing the first Indonesian handline yellowfin tuna fishery to meet the highest standard for sustainability. Indonesia commits to support its small-scale fishermen and sustainable tuna fisheries, and this Marine Stewardship Council (MSC) certification sets as an example that it can be done for other small-scale fisheries in Indonesia and around the World.” – Minister of Marine Affairs and Fisheries

    As one of the world’s largest seafood producers, Indonesia plays an important role in maintaining the health of our oceans and supplying seafood produce sustainably. The achievement of this MSC certification proves that through collaborative efforts between governments, the private sector, fishers and researchers as well as other relevant agencies, Indonesia can implement sustainable fisheries management.


    MDPI is an NGO founded in 2013 focused on achieving responsible and sustainable fisheries activities across Indonesia. We support the development of small-scale artisanal fishing communities through programs that leverage the supply chain and support economic improvements and social stability of the communities we work alongside. An important aspect of our work is building networks and partnerships  with government, industry, NGOs, academics, and development agencies. We believe that together, we can work more quickly towards fisheries sustainability.

    For more information on the MSC, please visit: www.msc.org

    For more information on the Fair Trade USA standard, please visit: www.fairtradecertified.org

    Continue Reading
  • Menggapai Mimpi: Sertifikasi Marine Stewardship Council untuk Perikanan Yellowfin Tuna Handline di Pulau Buru, Maluku, Indonesia

    13 May 2020
    MDPI Communications
    432
    0

    Sertifikasi Marine Stewardship Council (MSC) untuk perikanan yellowfin tuna handline merupakan mimpi yang telah lama diperjuangkan sejak dijalankannya program Fishing and Living sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Anova Food, sebelum Yayasan MDPI resmi berdiri di tahun 2013. Sejak awal MDPI aktif menjalankan Fisheries Improvement Project (FIP) untuk nelayan tuna handline skala kecil di bagian timur Indonesia, salah satunya untuk merencanakan dan melaksanakan tindakan perbaikan perikanan berdasarkan 3 prinsip MSC, yakni: (1) keberlanjutan stok ikan; (2) dampak terhadap ekosistem dan (3) efektifitas pengelolaan. Proses persiapan pengajuan sertifikasi MSC dimulai dengan melakukan pengumpulan data perikanan, yang disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah Indonesia dalam skala nasional dan regional demi mendukung pengelolaan perikanan tuna, juga untuk memberikan informasi pendukung dalam proses penilaian oleh MSC. Bergerak dari hasil pre-assessment standar MSC sejak 2009, evaluasi terus dilakukan untuk menilai setiap perkembangan, termasuk perbaikan program dan evaluasi hasil kerja rutin per 6 bulan yang dilakukan oleh MDPI bersama stakeholder perikanan lainnya.

    Capaian MDPI dalam membina para nelayan kecil melalui program Fair Trade (FT) di Pulau Buru juga menjadi bagian integral dalam proses pengajuan sertifikasi MSC. Sejak 2013, MDPI mendampingi kelompok nelayan Pulau Buru dalam mencapai dan mempertahankan standar Fair Trade, sebuah sertifikasi internasional yang menerapkan mekanisme perdagangan adil dan tidak hanya berfokus pada keberlanjutan sumber daya, tetapi juga mendukung peningkatan sosial di masyarakat dan seluruh rantai pasok. MSC dan FT juga menjadikan ketertelusuran (traceability) sebagai salah satu syarat penting yang wajib dipenuhi, sehingga sertifikasi FT yang telah dimiliki oleh kelompok nelayan Buru sejak 2014 turut menjadi nilai pendukung dalam proses penilaian MSC. Kemajuan FIP yang terus dikembangkan dan penerapan standar FT di Pulau Buru yang berjalan semakin baik membawa hasil pre-assessment yang cukup signifikan di pertengahan tahun 2018.

    Yayasan MDPI juga telah memiliki Kesepakatan Bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak 7 Desember 2018. Salah satu ruang lingkup Arahan Program dalam kesepakatan tersebut adalah Penguatan Akses Pasar melalui Sertifikasi Produk Perikanan Tuna Indonesia. Arahan Program, didukung oleh hasil pre-assessment 2018 yang memuaskan, menjadi landasan kuat untuk mengajukan Full Assessment kepada MSC. Pada 25-28 Maret 2019 MDPI turut serta memfasilitasi proses sertifikasi MSC perikanan yellowfin tuna handline di Pulau Buru untuk 123 kapal, dengan mitra kerja Anova Food, LLC dan PT. Harta Samudra.  SCS Global Services dipilih sebagai Conformity Assessment Bodies (CABs) untuk menilai secara keseluruhan dari aspek perikanan.

     

    Setelah melalui proses yang panjang dan penilaian yang ketat, Yayasan MDPI turut berbangga atas pemberian sertifikat MSC untuk yellowfin tuna handline Pulau Buru, dengan Anova Food, LLC dan PT. Harta Samudra serta kelompok nelayan Buru sebagai pemegang sertifikat bersama. Sertifikasi MSC untuk Komite Nelayan Fair Trade Buru dan Maluku merupakan yang pertama untuk perikanan yellowfin tuna handline di dunia dan kedua di Indonesia, menjadikan sertifikasi ini sebuah pencapaian besar bagi perikanan Indonesia. Nelayan yang mendapat sertifikasi MSC adalah anggota kelompok nelayan Fair Trade binaan Yayasan MDPI, sehingga produk yellowfin tuna yang berasal dari wilayah Buru akan memiliki 2 (dua) label sertifikasi internasional, yaitu Fair Trade dan MSC.

     

    Photo: Green Peace

    Sertifikasi MSC akan memberikan manfaat positif bagi perikanan tuna di Provinsi Maluku dan Indonesia, antara lain:

    1. Kapasitas 123 kapal nelayan kecil tuna handline di Pulau Buru mampu memenuhi standar tertinggi untuk mewujudkan keberlanjutan (highest standard for sustainability);
    2. Menunjukkan komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan beserta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku dalam pemberdayaan nelayan kecil dengan melaksanakan praktek pengelolaan perikanan tuna secara bekelanjutan;
    3. Memperluas akses pasar ekspor ke manca negara dan meningkatkan daya saing produk yellowfin tuna handline dari 123 kapal nelayan kecil di Pulau Buru;
    4. Menunjukkan komitmen Anova Food, LLC dan PT. Harta Samudra dan Komite Nelayan Fair Trade Buru selaku pemegang sertifikat untuk menerapkan prinsip pengelolaan berkelanjutan dengan standar tertinggi dalam kegiatan bisnisnya;
    5. Menjadi inspirasi bagi dunia bahwa pemerintah dan pelaku usaha dapat bekerja sama dalam membina nelayan kecil agar mampu memenuhi standar tinggi sertifikat MSC, ecolabel yang paling dikenal luas.

    “Kami sangat berbangga atas pencapaian perikanan handline tuna yellowfin Indonesia pertama dalam memenuhi standar tertinggi untuk mewujudkan keberlanjutan. Indonesia berkomitmen untuk mendukung nelayan skala kecil dan perikanan tuna berkelanjutan. Penganugerahan sertifikasi Marine Stewardship Council (MSC) ini menjadi contoh bahwa hal serupa dapat dilakukan untuk perikanan skala kecil lainnya di Indonesia dan di seluruh dunia.” – Menteri Kelautan dan Perikanan

    Sebagai salah satu produsen seafood terbesar dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan laut dan menghasilkan pasokan hasil laut yang berkelanjutan. Pemberian sertifikasi MSC membuktikan bahwa dengan adanya upaya kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, nelayan hingga peneliti dan instansi terkait lainnya, Indonesia dapat mewujudkan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai MSC, kunjungi: www.msc.org

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai Fair Trade USA, kunjungi: www.fairtradecertified.org

    Continue Reading