Career

  • Fair Trade Assistant – Pulau Buru, Maluku

    14 Jan 2019
    mdpi
    137

    Posisi : Fair Trade Assistant
    Lokasi : Maluku Utara, Indonesia
    Kepegawaian : Kontrak
    Melapor kepada : Fair Trade Coordinator

    Deskripsi :
    Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) bekerjasama dengan berbagai organisasi dan banyak pihak yang berkepentingan untuk mendukung perikanan Indonesia yang berkelanjutan. Dalam mendukung tujuan program ini MDPI membutuhkan seorang Fair Trade Assistant. Seorang Fair Trade Assistant diminta untuk bertanggung jawab pada seluruh aktifitas yang dilakukan di site yang ditugaskan, bekerja sama dengan banyak pemangku kepentingan dan menjembatani program Fair Trade Assistant organisasi ke pihak luar dan memastikan semua tugas berjalan dengan lancar.

    Memahami konsep Fair Trade dan mensosialisasikannya kepada masyarakat; para nelayan, supplier dan anggota masyarakat lainnya:

    • Memfasilitasi rapat-rapat asosiasi nelayan, melengkapi dan membantu para nelayan tentang bagaimana mengatur sistem untuk mencatat notulensi, pengambilan putusan, dll.
    • Memastikan bahwa kriteria kepatuhan pada standar-standar Fair Trade USA dilaksanakan pada tingkat setinggi mungkin dibawah arahan tim Fair Trade.
    • Menghadiri rapat-rapat co-management dimana kebutuhan dan pandangan para nelayan disampaikan kepada para pemangku kepentingan perikanan.
    • Menerapkan suatu sistim yang memastikan bahwa standar lingkungan seperti tercantum dalam standar Fair Trade USA dipatuhi dan diikuti – menurut instruksi dan arahan dari tim Fair Trade
    • Melaksanakan tugas – tugas terkait lainnya sesuai dengan arahan atasan.

    Kebutuhan / Skill yang dibutuhkan:

    • Menempuh studi jurusan strata 1 bidang Perikanan/Kelautan atau yang terkait ( Freshgraduate dipersilahkan
      melamar)
    • Miliki motivasi dan inisiatif yang baik untuk mempelajari bidang NGO/LSM dan industri perikanan
    • Keterampilan yang dibutuhkan: Office (MS Office, seperti: Excel, Word)
    • Berorientasi pada detail dan target, bekerja secara terorganisir dan sistematis, dapat berkomunikasi dengan berbagai kalangan dan latar belakang
    • Nilai tambah jika terampil dalam Bahasa Inggris dalam membaca, lisan dan tulisan
    • Mampu bekerja dalam organisasi yang cepat
    • Nyaman tinggal di desa nelayan terpencil dan bekerja sama dengan komunitas nelayan
    • Bersedia melakukan perjalanan ke lokasi pelaksana lainnya di Indonesia
    • Diutamakan putra/putri daerah setempat
    • Mampu bekerja dalam tim baik internal maupun mitra eksternal (stakeholder lain atau pihak terkait)

    MDPI berkomitmen untuk menerapkan rekrutmen bebas diskriminasi dari unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan), mendukung kesetaraan gender, anti perdagangan manusia dan menolak segala bentuk penggunaan dan perdagangan narkotika.

    Lamaran ditujukan kepada HRD MDPI, kirimkan lamaran lengkap via email ke: career@mdpi.or.id dengan Judul Application: Fair Trade Assistant Maluku Utara, Maluku, Indonesia

    Continue Reading
  • Fair Trade Assistant – Maluku Utara

    14 Jan 2019
    mdpi
    142

    Posisi : Fair Trade Assistant
    Lokasi : Maluku Utara, Indonesia
    Kepegawaian : Kontrak
    Melapor kepada : Fair Trade Coordinator

    Deskripsi :
    Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) bekerjasama dengan berbagai organisasi dan banyak pihak yang berkepentingan untuk mendukung perikanan Indonesia yang berkelanjutan. Dalam mendukung tujuan program ini MDPI membutuhkan seorang Fair Trade Assistant. Seorang Fair Trade Assistant diminta untuk bertanggung jawab pada seluruh aktifitas yang dilakukan di site yang ditugaskan, bekerja sama dengan banyak pemangku kepentingan dan menjembatani program Fair Trade Assistant organisasi ke pihak luar dan memastikan semua tugas berjalan dengan lancar.

    Memahami konsep Fair Trade dan mensosialisasikannya kepada masyarakat; para nelayan, supplier dan anggota masyarakat lainnya:

    • Memfasilitasi rapat-rapat asosiasi nelayan, melengkapi dan membantu para nelayan tentang bagaimana mengatur sistem untuk mencatat notulensi, pengambilan putusan, dll.
    • Memastikan bahwa kriteria kepatuhan pada standar-standar Fair Trade USA dilaksanakan pada tingkat setinggi mungkin dibawah arahan tim Fair Trade.
    • Menghadiri rapat-rapat co-management dimana kebutuhan dan pandangan para nelayan disampaikan kepada para pemangku kepentingan perikanan.
    • Menerapkan suatu sistim yang memastikan bahwa standar lingkungan seperti tercantum dalam standar Fair Trade USA dipatuhi dan diikuti – menurut instruksi dan arahan dari tim Fair Trade
    • Melaksanakan tugas – tugas terkait lainnya sesuai dengan arahan atasan.

    Kebutuhan / Skill yang dibutuhkan:

    • Menempuh studi jurusan strata 1 bidang Perikanan/Kelautan atau yang terkait ( Freshgraduate dipersilahkan
      melamar)
    • Miliki motivasi dan inisiatif yang baik untuk mempelajari bidang NGO/LSM dan industri perikanan
    • Keterampilan yang dibutuhkan: Office (MS Office, seperti: Excel, Word)
    • Berorientasi pada detail dan target, bekerja secara terorganisir dan sistematis, dapat berkomunikasi dengan berbagai kalangan dan latar belakang
    • Nilai tambah jika terampil dalam Bahasa Inggris dalam membaca, lisan dan tulisan
    • Mampu bekerja dalam organisasi yang cepat
    • Nyaman tinggal di desa nelayan terpencil dan bekerja sama dengan komunitas nelayan
    • Bersedia melakukan perjalanan ke lokasi pelaksana lainnya di Indonesia
    • Diutamakan putra/putri daerah setempat
    • Mampu bekerja dalam tim baik internal maupun mitra eksternal (stakeholder lain atau pihak terkait)

    MDPI berkomitmen untuk menerapkan rekrutmen bebas diskriminasi dari unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan), mendukung kesetaraan gender, anti perdagangan manusia dan menolak segala bentuk penggunaan dan perdagangan narkotika.

    Lamaran ditujukan kepada HRD MDPI, kirimkan lamaran lengkap via email ke: career@mdpi.or.id dengan Judul Application: Fair Trade Assistant Maluku Utara, Maluku, Indonesia

    Continue Reading
  • Junior Software Developer

    30 Nov 2018
    mdpi
    478
    0

    JOB FUNCTION: The Junior Software Developer will work with the Software Developer to develop, expand and improve MDPI’s technology system for traceability. The main system is the TraceTales processor-based digital tally system. The Junior Software Developer will assist the Software Developer in solving issues and customising the system for further expansion.

    POSITION SUMMARY:

    The Junior Software Developer (JSD) will be responsible to the Software Developer and will work on a variety of tasks related to developing system for traceability and data collection. The main focus of the JSD will be on TraceTales development, trouble shooting and refinement but the JSD is expected to contribute and support the implementation of MDPI’s other technology systems as appropriate and required. These include a supplier application (Trafiz), a port sampling application (I-Fish app) as well as basic vessel tracking and e-monitoring systems. The position will involve travel to the field (remote fishing villages across eastern Indonesia) as well as interaction with a variety of stakeholders, predominantly fishing industry.

    MAJOR RESPONSIBILITIES:

    • Assist and report to senior software developer for system/software development
    • Work collaboratively with software developer team
    • Develop software and testing software for free of bugs (make sure software/system runs well).
    • Support remote area users including installation, user training, fixing bugs and resolving problems, system troubleshooting
    • Maintain well-documentation of software including user guide, system design, etc.

     Qualifications and requirements:

    • Bachelor degree in Computer and Informatics or related field
    • A minimum experience of 1 -2 years of .Net application (Visual C#) software development, Java language
    • Having good analytical thinking and problems solving
    • Having knowledge about programming language structure, knowledge about object oriented programming
    • Having experience to develop web application (CSS, HTML, PHP, ASP.Net, Javascript) i.e. system dashboard and web applications.
    • Strong knowledge of database management system (entity relationships), MySQL, PostgreSQL, and strong understanding about SQL database language
    • Having knowledge about system API (integration software with devices, creating QR label, etc.)
    • Having experience about data synchronization to cloud server from local server.
    • Having knowledge about GitHub and versioning control system is a plus.
    • Having experience to setup computer network (LAN) and network configuration and devices knowledge.
    • Having experience to troubleshooting hardware, computer network and server.
    • Having experience in system deployment including installation, user training, fixing bugs and system troubleshooting
    • Having experience in communication and presentation skills.
    • Having knowledge about Supply Chain process and system traceability.
    • Analytical thinker and problem solver able to come up with creative solutions to diverse problems
    • Able to work collaboratively with teams and independently
    • Time management skills on projects
    • Ability to stay positive, supportive, and open to new ideas or approaches solutions to solving problems
    • Good command of the English language
    • Considerate of sensitive data

    Please send application to career@mdpi.or.id Subject: Junior Software Developer.

    MDPI is an equal opportunity employer, promote anti-discrimination and reject narcotics use and human trafficking.

    Continue Reading
  • Audit Operational – Audit Compliance – Audit Financial Statement

    7 Nov 2018
    mdpi
    809

    Kerangka Acuan Kerja

    Audit Operasional, Kepatuhan

    dan Audit Keuangan 2018

    Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI)

     

    Background – Latar Belakang

    Yayasan  Masyarakat  Dan  Perikanan Indonesia (“Yayasan MDPI”) didirikan berdasarkan Akta  Pendirian  Nomor:  15  tanggal  31  Juli 2013  yang  dibuat  dihadapan  Putu  Asti Nurtjahjati,  SH,  Notaris  di  Jakarta  Selatan. Akta  tersebut  telah  mendapat  pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tertanggal  23  Oktober  2013  Nomor:  AHU- 6872.AH.01.04.,  tahun  2013.

    Sesuai dengan pasal 3 Akta Notaris Nomor: 15 tanggal 31 Juli 2013, maksud dan tujuan pendirian  yayasan  adalah  di  bidang  sosial dan untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas,  yayasan  menjalankan  kegiatan sebagai berikut :

    • Memberdayakan nelayan  dengan melakukan  penyadaran  pada keberlanjutan  perikanan  dan  juga dalam  pengembangan  kelompok masyarakat.
    • Meningkatkan kualitas  hidup  anggota komunitas nelayan pancing skala kecil.
    • Memberdayakan nelayan  untuk meningkatkan  mata  pencaharian atau pendapatan keluarga nelayan.
    • Mempromosikan higienis  dan  sanitasi dalam  lokasi  pendaratan  melalui program kesadaran.
    • Meningkatkan kualitas  hidup  nelayan dengan  mempromosikan  dan menerapkan  keselamatan  pada program  laut,  pendidikan  kesehatan dan kegiatan terkait
    • Melakukan program  peningkatan perikanan dalam skala kecil.
    • Mendukung pemerintah  dalam melindungi sumber daya.

    Dasar penyusunan laporan keuangan yang telah disusun oleh Yayasan MDPI pada laporan keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2017 menurut laporan Auditor Independen telah disajikan secara wajar sesuai  dengan  Pernyataan Standar  Akuntansi  Keuangan  (PSAK) 45 dan Standar Akuntansi Keuangan-Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP) untuk semua pengakuan, pengukuran, pengungkapan pos pos laporan keuangan.

    Dalam melaksanakan proyeknya Yayasan MDPI telah berusaha menerapkan standard administrasi sebaik mungkin dalam segala aspek, baik perencanaan, pelaksanaan, monitoring, audit, administrasi, keuangan, pembagian kerja, pengadaan barang dan lain-lain.

    Untuk mengetahui sejauhmana efektifitas, kepatutan, kepatuhan dan kebenaran manajemen dalam melaksanakan kegiatan baik di dalam kantor maupun di lapangan, maka semua proyek donator yang ada di Yayasan MDPI perlu untuk di audit. Audit ini dilakukan untuk memperoleh pembelajaran terbaik dari setiap langkah manajemen dan mendapatkan catatan yang layak agar menjadi rekomendasi selanjutnya. Audit dilaksanakan baik secara internal maupun eksternal untuk menjamin adanya keadilan dan keseimbangan penilaian. Kegiatan Audit Eksternal lebih di fokuskan pada tahun keuangan periode Januari s/d Desember 2018 (Tahun Fiskal 2018).

     

    Objectives – Tujuan

    Tujuan Audit ini adalah untuk :

    • Memperoleh informasi proses, ketaatan, dan kepatuhan Yayasan MDPI dalam semua aspek terkait pencatatan keuangan, adminitrasi dan dokumentasi proyek.
    • Memperoleh penilaian atas pelaksanaan program baik dari sisi transparansi maupun akuntabilitas.
    • Menilai kesesuaian penyajian laporan keuangan dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku (SAK).

    Scope – Ruang Lingkup

    Ruang Lingkup Audit ini meliputi:

    • Audit Keuangan berhubungan dengan sejauhmana pengelolaan keuangan yang dilakukan sesuai dengan prosedur. Audit ini meliputi pengelolaan dana hibah pada rekening bank, rekening kas kecil, prosedur dan cara pembayaran, bukti-bukti pendukung pembayaran atau pengeluaran.
    • Audit kepatuhan, berhubungan dengan pengelolaan keuangan  lembaga  sejak Januari s/d Desember 2018 dengan merujuk pada SAK.
    • Audit Manajemen/Operasional, berhubungan dengan bagaimana administrasi kantor di jalankan sehingga tercapai keefisiansi dan efektiftifan dalam bekerja yang menyangkut pemeriksaan administrasi : Struktur Organisasi, Uraian tugas dan Surat menyurat.

     

    Expected Output – Hasil yang diharapkan

    Auditor wajib menyusun laporan audit dengan outline sekurang-kurangnya sebagai berikut:

    1. Opini auditor independen atas laporan keuangan yang terdiri dari :
    a) Laporan sumber dan pengunaan dana
    b) Laporan budget dan realisasi
    c) Catatan atas laporan keuangan
    2. Managemen Letter
    a) Kesesuaian antara kebijakan/ketentuan yang telah ditetapkan dengan pelaksanaanya
    b) Kelemahan sistim pengendalian Internal
    c) Laporan tentang tingkat kepatuhan masing-masing perjanjian keuangan dalam perjanjian pembiayaan, hal-hal internal dan eksternal yang mempengaruhi kepatuhan tersebut
    3. Standar pelaporan mengikuti standar baku pelaporan audit Independent

     

    Time and Place – Waktu dan Tempat

    Audit dilaksanakan di kantor Yayasan MDPI, Denpasar, Bali dimulai pada bulan Desember 2018 dengan jangka waktu selamaa 120 hari kerja termasuk hasil pelaporan Audit.

     

    Budget  – Pembiayaan

    Untuk biaya audit ini, para calon Auditor dapat mengajukan rencana anggaran biaya audit untuk bisa di negosiasikan dengan Pimpinan Yayasan MDPI. Anggaran yang disepakati adalah anggaran sesuai dengan ketersediaan anggaran pada yayasan.

     

    Informasi Kantor

    Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI)

    Jl. By Pass Ngurah Rai, Istana Regensi Blok S-6

    Pedungan, Denpasar Selatan – Bali

    Telephone: 0361 – 728 373

    Email: finance@mdpi.or.id

    Website: www.mdpi.or.id

     

    Continue Reading
  • Call for Consultancy Service ToR: Interoperability assessment of traceability technologies for small-scale fisheries

    13 Aug 2018
    mdpi
    1266

    MDPI has experience in developing and trialing traceability initiatives for small-scale fisheries in recent years. This work was predominantly under two traceability projects IFITT and NWO, as well as a smaller project focused on supporting Indonesian industry to meet MSC chain of custody requirements. More recently, MDPI has been working with USAID Oceans to support the development of electronic Catch Documentation and Traceability systems for small-scale fisheries. Much work is being done on developing technology solutions for large-scale fisheries and the small-scale sector is often left behind in these developments. However, often the same requirement for compliance is applied to these small-scale fisheries, either for export requirements or for national level regulations. MDPI is specifically aiming to develop systems and support technology aimed at the small-scale sector and that are either OpenSource or low cost to be accessible to as many small-scale actors as possible. Through this approach, MDPI aims to support compliance with Legal, Regulated and Reported (LLR) activities, rather than allowing the small-scale sector to be excused or to fall under the radar. The initiatives trialed to date by MDPI include:

    • Spot Trace devices: a basic VMS device placed on vessels for one month, with a signal being emitted every hour. The aim of the Spot Trace deployment is to verify actual fishing ground location with that reported by the fishermen to enumerators
    • Time-lapse cameras: a basic time-lapse camera is deployed on vessels for one month, with a photo being recorded every five seconds (or more depending on the size of vessel). The aim of the time-lapse cameras is to verify the interactions with Endangered, Threatened and Protected species recorded by the fishermen to enumerators
    • FlyWire camera: combining the features of GPS and continuous video recording, with the same aims as Spot Trace devices and cameras
    • Supplier app: an app developed for suppliers to record all transactions they have with fishermen, from delivery of fish to the supplier to provision of ice and fuel from the supplier (Our Fish and Trafiz)
    • Pelagic Data System: similar to the Spot Trace device
    • IFISH apps: an app to replace paper-based data collection in the ports and landing sites
    • TraceTales: a processor-based digital tally system, tracing fish from receiving to packing and the treatment it has received

     

    To date, the information recorded from these technology pilots is connected with the I-Fish port sampling database (Spot Trace and PDS) or else stored in the most suitable device (time-lapse camera footage is too large for the I-Fish database).

     

    The TraceTales system developed by MDPI is currently in full implementation in one processor, with plans to install the system in three other locations by the end of the year. There has been much interest from other processors, wishing to install TraceTales in their plants in order to comply with national and international traceability requirements. Each new installation requires further customization of the system, to account for the different size of processor plants and the different treatments received by product in each location. MDPI currently has one developer working on the TraceTales system but is looking for how to ensure long-term development of the system through making the system OpenSource.

     

    The next step in MDPI’s work is to integrate the data from various technologies and various chain nodes to provide complete information and data on the journey of a fish once caught in a small-scale fishery. Initial thoughts on how to achieve and implement this include blockchain technology, connecting existing technologies by API’s or using the Data Exchange (DEX) model proposed by USAID Oceans. The final system needs to take into account:

    • Data sharing agreements
    • Data security and privacy
    • Key Data Elements (KDEs)
    • Costs
    • Industry and government preferences
    • Interoperability capacity

     

    MDPI does not propose to build a platform itself but rather to identify alternative ideas and identify appropriate way to link technologies. This may be done by creating partnerships with other organizations, learning and adopting from existing systems and or creating simple in-house solutions that allow for simple data transfer by industry users to existing systems (such as in-house ERP systems). The technologies and systems currently in use or in development were developed specifically for tuna supply chains and actors. To make these solutions applicable and scalable to other small-scale fisheries in Indonesia, some customization and development will be required.

     

    Additionally, to ensure that the TraceTales system can be scaled efficiently across various size processors, the customization platform and long term development options for TraceTales need to be formalized. To advance the work, MDPI seeks a consultant to conduct an interoperability assessment of traceability technologies for small-scale fisheries, in addition to assessing the long-term development of the TraceTales system. The consultant will work with MDPI and its partners on the following three activities:

     

    • Assess current technology solutions and data collection initiatives underway within MDPI-supported company supply chains and pilot projects
    • Assess what adjustments need to be made to existing traceability pilots for them to be scaled up across fisheries
    • Make recommendations on the best approach for creating integration of data, interoperability, between supply chain nodes, including financing options for industry to engage in using these solutions. The technology options and the financing of these need to take the limitations of the small-scale sector into account
    • Assess the TraceTales system and determine what basic platform is required to allow easy customization in interested processor plants.
    • Assess the long-term development options and requirements for TraceTales, be it an OpenSource system or another option
    • Attend and contribute to the Data Exchange workshop organized by USAID OCEANS

     

    The outcome of this consultancy work is a report providing recommendations on the best approaches for integrating data across supply chain nodes and between technology pilots, including financing options for industry to engage in these recommendations.

     

    The consultant will have the following qualifications:

    • Knowledge of fisheries supply chains, preferably tuna
    • Experience in process analysis
    • Previous IT work in system interoperability, data exchange and system integration
    • Experience in OpenSource systems and platform customisations

     

    The consultant will work over a three month period to complete the aims and deliver the report and recommendations. Remuneration will be based on experience. Travel to the field, if required, will be covered according to MDPI’s travel procedures.

     

    Please submit proposal to support@mdpi.or.id prior 21 August 2018

    Continue Reading