• Sustainability Facilitator – Sangihe

    22 Mar 2019
    mdpi
    59
    0

    Posisi                         : Sustainability Facilitator
    Lokasi                         : Sangihe – Sulawesi Utara
    Kepegawaian           : Kontrak
    Melapor kepada     : Site Supervisor
    Deskripsi :

    Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) bekerjasama dengan USAID Oceans untuk mendukung  tujuan program perikanan yang berkelanjutan membutuhkan seorang Sustainability Facilitator  yang akan mengemban tugas sebagai berikut:

    Pengumpulan data

    • Melakukan pendataan perikanan dengan metode port sampling
    • Memastikan pendataan dilakukan sesuai dengan prosedur pengerjaan standar (SOP)
    • Melakukan input data yang sudah dikumpulkan
    • Bekoordinasi dan bekerjasama dengan para pegawai di pendaratan ikan/ pemasok/ prosesor dan nelayan saat melaksanakan program port sampling
    • Melakukan aktifitas lainnya;

    Implementasi Program Fairtrade dan Program ketertelusuran

    • Implementasi dan sosialisasi program ke komunitas nelayan
    • Mengikuti standard memfasilitasi dan mengatur perangkat dan keperluan kegiatan di lokasi sekitar
    • Melakukan aktifitas lainnya terkait program

     

    Berperan serta secara aktif di kegiatan lainnya, seperti; keterlibatan masyarakat, kegiatan pendaratan, menghadiri pertemuan, mensosialisasikan Fairtrade dan lain-lain.

    Kebutuhan / Skill yang dibutuhkan::

    • Menempuh studi jurusan strata 1 bidang Perikanan/Kelautan atau yang terkait (S1 atau sederajat pada jurusan lain dipersilahkan melamar, SMA/SLTA dengan pengalaman kerja 1 tahun)
    • Miliki motivasi dan inisiatif yang baik untuk mempelajari industri perikanan
    • Fresh graduate dipersilahkan untuk melamar
    • Memahami pentingnya perikanan berkelanjutan untuk Indonesia
    • Skill yang dibutuhkan: Office (MS Office, seperti: Excel, Word)
    • Putra/Putri daerah setempat, lebih disukai
    • Tertantang bekerja di daerah terpencil
    • Mampu bekerja dalam tim baik internal maupun mitra eksternal (stakeholder lain atau pihak terkait)

    MDPI berkomitmen untuk menerapkan rekrutmen bebas diskriminasi dari unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan), mendukung  kesetaraan gender, anti perdagangan manusia dan menolak segala bentuk penggunaan dan perdagangan narkotika.

    Lamaran ditujukan kepada HRD MDPI paling lambat tanggal  29 Maret 2019, kirimkan lamaran lengkap via email ke: career@mdpi.or.id dengan judul email Application: SF – Sangihe

    Informasi lebih lanjut:

    Addres    : Istana Regency Blok S No. 7 Pesanggaran, Denpasar, Bali, Indonesia
    facebook : www.fb.com/mdpifoundation twitter: @mdpindonesia
    website   : www.mdpi.or.id

    Continue Reading
  • Sustainability Facilitator – Manado

    22 Mar 2019
    mdpi
    61
    0

    Posisi                         : Sustainability Facilitator
    Lokasi                         : Manado – Sulawesi Utara
    Kepegawaian           : Kontrak
    Melapor kepada     : Site Supervisor
    Deskripsi :

    Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) bekerjasama dengan USAID Oceans untuk mendukung  tujuan program perikanan yang berkelanjutan membutuhkan seorang Sustainability Facilitator  yang akan mengemban tugas sebagai berikut:

    Pengumpulan data

    • Melakukan pendataan perikanan dengan metode port sampling
    • Memastikan pendataan dilakukan sesuai dengan prosedur pengerjaan standar (SOP)
    • Melakukan input data yang sudah dikumpulkan
    • Bekoordinasi dan bekerjasama dengan para pegawai di pendaratan ikan/ pemasok/ prosesor dan nelayan saat melaksanakan program port sampling
    • Melakukan aktifitas lainnya;

    Implementasi Program Fairtrade dan Program ketertelusuran

    • Implementasi dan sosialisasi program ke komunitas nelayan
    • Mengikuti standard memfasilitasi dan mengatur perangkat dan keperluan kegiatan di lokasi sekitar
    • Melakukan aktifitas lainnya terkait program

     

    Berperan serta secara aktif di kegiatan lainnya, seperti; keterlibatan masyarakat, kegiatan pendaratan, menghadiri pertemuan, mensosialisasikan Fairtrade dan lain-lain.

    Kebutuhan / Skill yang dibutuhkan::

    • Menempuh studi jurusan strata 1 bidang Perikanan/Kelautan atau yang terkait (S1 atau sederajat pada jurusan lain dipersilahkan melamar, SMA/SLTA dengan pengalaman kerja 1 tahun)
    • Miliki motivasi dan inisiatif yang baik untuk mempelajari industri perikanan
    • Fresh graduate dipersilahkan untuk melamar
    • Memahami pentingnya perikanan berkelanjutan untuk Indonesia
    • Skill yang dibutuhkan: Office (MS Office, seperti: Excel, Word)
    • Putra/Putri daerah setempat, lebih disukai
    • Tertantang bekerja di daerah terpencil
    • Mampu bekerja dalam tim baik internal maupun mitra eksternal (stakeholder lain atau pihak terkait)

    MDPI berkomitmen untuk menerapkan rekrutmen bebas diskriminasi dari unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan), mendukung  kesetaraan gender, anti perdagangan manusia dan menolak segala bentuk penggunaan dan perdagangan narkotika.

    Lamaran ditujukan kepada HRD MDPI paling lambat tanggal  29 Maret 2019, kirimkan lamaran lengkap via email ke: career@mdpi.or.id dengan judul email Application: SF – Manado

    Informasi lebih lanjut:

    Addres    : Istana Regency Blok S No. 7 Pesanggaran, Denpasar, Bali, Indonesia
    facebook : www.fb.com/mdpifoundation twitter: @mdpindonesia
    website   : www.mdpi.or.id

    Continue Reading
  • Laptop for Community dan Klub Sains, Program Pengenalan Teknologi bagi Nelayan dan Anak-Anak

    8 Mar 2019
    Moch Syifa
    113
    0

    WAPREA, BURU- Bagi sebagian besar anak-anak di kota besar, laptop atau piranti komputer lainnya bisa jadi bukan lagi menjadi barang yang asing. Mereka bisa dengan mudah mendapatkan dan mahir mengoperasikannya. Namun tidak demikian dengan anak-anak di Desa Waprea yang ada di Pulau Buru. Bagi anak-anak di Waprea, untuk bisa menggunakan laptop saja tidaklah mudah. Bahkan banyak di antara mereka yang tidak memilikinya.

    Tapi, keterbatasan itu tidak lantas menyurutkan niat mereka untuk belajar menguasai teknologi. Melalui ‘Klub Sains’, anak-anak nelayan itu bersama-sama belajar teknologi dan mencintai lingkungan. Salah satu kegiatan rutin mereka adalah belajar bersama para staf Yayasan Masyarakat dan Perikanan (MDPI) di Desa Waprea. “Setiap Jumat sore, anak-anak berkumpul di kantor MDPI untuk belajar tentang pengoperasian laptop,” kata Untung Aydia Musli, Site Supervisor (SS) MDPI di Pulau Buru.

    Seperti yang terjadi pada Jumat, 2 Februari lalu. Tiga anak nelayan yang saat ini duduk di bangku SMP mendatangi kantor MDPI yang ada di Desa Waprea. Mereka tampak begitu antusias duduk di depan laptop sambil mendengarkan arahan dari Untung. “Kali ini kebetulan hanya ada tiga orang yang datang. Biasanya bisa sepuluh sampai lima belas anak,” lanjut Untung.

    Saat berada di kantor MDPI, anak-anak itu mendapat penjelasan tentang dasar-dasar pengoperasian laptop, termasuk juga mengenai pengoperasian Microsoft Word, Excel, dan Power Point. Tidak hanya mendapatkan materi dan penjelasan, anak-anak itu sekaligus bisa praktik menggunakan laptop. Namun karena jumlah laptop yang terbatas, mereka dengan senang hati bergantian menggunakannya.

    Anak-anak di Desa Waprea tersebut sebagian besar tidak memiliki laptop. Kalaupun ada, biasanya mereka menggunakan laptop milik sekolah masing-masing. Sehingga, memiliki kesempatan untuk bisa belajar mengoperasikan laptop di luar jam sekolah adalah hal yang sangat menggembirakan bagi mereka.

    Menurut Untung, ‘Klub Sains’ itu merupakan kelompok yang diinisiasi oleh anak-anak nelayan di Desa Waprea. Anggotanya sebagian besar adalah anak-anak di usia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Selain belajar tentang teknologi, kegiatan kelompok tersebut juga bervariasi. Salah satunya adalah dengan aktif ikut menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka. “Kalau ada acara bersih pantai, mereka juga aktif terlibat,” kata Untung. Tidak hanya itu, anak-anak itu juga tidak jarang terlibat di acara kampanye penyelamatan lingkungan, seperti kampanye untuk tidak menangkap hewan ETP (endangered, threatened, protected) di laut.

    Keberadaan ‘Klub Sains’ tersebut, lanjut Untung, memberikan dampak positif bagi anak-anak yang ada di sekitar Desa Waprea. Hal ini sejalan dengan salah satu program yang ada di Yayasan MDPI melalui departemen Fisheries Improvement. “Di FI, kami memang ada program untuk pengenalan teknologi kepada anak-anak nelayan. Termasuk memfasilitasi mereka untuk belajar. Jadi kegiatan ini akan terus rutin berjalan setiap minggunya,” lanjutnya.

    Untung berharap program dan kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak di Desa Waprea bersama Yayasan MDPI ini bisa terus berjalan. Harapannya, anak-anak nelayan di Desa Waprea nantinya bisa bersaing dalam menghadapi tantangan masa depan. Untuk jangka panjang, tim MDPI di Buru juga akan mengadakan kegiatan tambahan berupa pelatihan Bahasa Inggris secara gratis kepada anak-anak. “Kebetulan tim kami ada yang memiliki kemampuan Bahasa Inggris dan sebelumnya pernah menjadi translator. Jadi kami akan mengadakan pelatihan Bahasa Inggris,” pungkas Untung.(*)

    Untung (kiri) memberikan materi pengenalan laptop kepada anak-anak di Desa Waplea, Pulau Buru.

    Penulis: Mohammad Syifa

    Continue Reading
  • Hamonangan Simanjuntak: Berharap Semakin Banyak Kapal Nelayan Kecil yang Teregistrasi

    8 Mar 2019
    Moch Syifa
    111
    0

    Hamonangan Simanjuntak memberikan penjelasan mengenai prosedur pendaftaran kapal di depan para nelayan.

    Ada rasa bangga bercampur haru ketika bisa melihat para nelayan skala kecil berhasil mendapatkan Bukti Pencatatan Kapal Perikanan (BPKP) dan pas kecil. Itulah yang dirasakan oleh Hamonangan Simanjuntak, Vessel Registration Officer MDPI, ketika menjalani tugasnya sehari-hari mendampingi nelayan kecil untuk mendapatkan legalitas kapal mereka. “Tentu saja rasanya senang dan lega. Karena untuk bisa mendapatkan BPKP itu prosesnya cukup panjang,” kata lelaki yang akrab disapa Monang tersebut.

    Monang lantas teringat dengan awal mula bergabung dengan Yayasan MDPI di tahun 2015. Mulanya, dia belum mendapat tanggung jawab untuk pendampingan registrasi kapal nelayan yang berukuran di bawah 10 gross ton (GT). Namun tak berselang lama kemudian, dia mendapat tugas baru untuk bergabung di tim Supply Chain Yayasan MDPI. “Sejak itulah saya kemudian mendampingi nelayan untuk proses registrasi kapal,” kata Monang.

    Menurut Monang, memang dibutuhkan kesabaran tersendiri dalam melakukan pendampingan para nelayan untuk bisa meregistrasikan kapalnya. Salah satu faktor utama kendalanya adalah sulitnya mencari waktu untuk para nelayan agar bisa berkumpul. Mengingat para nelayan itu setiap hari pergi melaut dari pagi sampai sore. Atau, kalaupun siangnya tidak melaut, mereka lebih banyak beristirahat di rumah karena malamnya melaut.

    Padahal, lanjut Monang, untuk bisa mendaftarkan kapal itu, dibutuhkan dokumen-dokumen penting. Pengumpulan dokumen-dokumen ini pula yang membuat prosesnya panjang. Misalnya, untuk bisa mendapatkan pas kecil dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)/ Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP), para nelayan harus memiliki Surat Keterangan Tukang dari desa/kelurahan bermaterai 6000. Lalu, Surat Keterangan Kepemilikan Kapal dari desa/kelurahan, menyerahkan fotokopi KTP, foto kapal tersebut, serta mengisi formulir permohonan registrasi. “Di lapangan, tidak semua nelayan memiliki KTP. Ini pula yang menjadi kendala,” lanjutnya.

    Untuk bisa mendapatkan pas kecil, harus dilakukan pengukuran kapal yang langsung oleh petugas dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), baru setelah itu para nelayan bisa mengajukan permohonan untuk BPKP yang diterbitkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kota/kabupaten setempat. Semua proses ini tentu akan sangat berat jika harus dilakukan sendiri oleh para nelayan. Terutama bagi nelayan yang berada di pulau-pulau kecail, karena harus menyeberang ke pulau utama. Karena itu, perlu dilakukan pendampingan untuk semua proses ini.

    Selain itu, dia juga butuh bisa bertatap muka langsung dengan para nelayan untuk memberikan penjelasan mengenai prosedur pendaftaran kapal. “Mencari waktu yang pas memang sangat susah. Ini yang harus bisa disiasati,” lanjutnya.

    Namun dengan penuh kesabaran, Monang pun akhirnya bisa mencari waktu untuk bisa bertemu dengan para nelayan tersebut. Dengan demikian proses pendaftaran atau registrasi kapal bisa dilakukan secara perlahan-lahan.

    Kendala lain yang dihadapi oleh Monang tidak hanya masalah waktu. Hal lain yang menurut dia cukup menjadi hambatan adalah kesadaran para nelayan yang masih sangat rendah tentang pengetahuan pentingnya pendaftaran kapal. Karena itu, salah satu jalan yang harus dilakukan agar para nelayan mau untuk mendaftarkan kapalnya adalah dengan sosialisasi. “Namun, sebagian besar nelayan masih beranggapan jika ada sosialisasi maka akan ada bantuan. Padahal saya datang hanya untuk sosialisasi,” kenang lelaki asal Tapanuli tersebut.

    Monang mengatakan, registrasi atau pendaftaran kapal ini sebenarnya sudah diatur oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No.30 Tahun 2012 tentang Usaha Perikanan Tangkap di WPP-NRI. Karena itu, memang sudah seharusnya para nelayan tersebut meregistrasikan kapalnya.

    Selama bergabung di Yayasan MDPI sejak 2015, Monang sudah berhasil membantu para nelayan untuk meregistrasikan sekitar 700 kapal dari lokasi yang menjadi binaan Yayasan MDPI. Meskipun terhitung sejak awal 2019 ini Monang tidak lagi bergabung dalam bagian tim MDPI, namun dia mengaku akan merindukan hari-harinya di MDPI dalam mendampingi para nelayan. Terlebih, dia banyak mendapatkan pelajaran berharga selama melakukan pendampingan. Monang saat ini bergabung dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan mendapat tempat tugas baru di Cilacap, Jawa Tengah.

    Monang tetap berharap agar semakin banyak nelayan skala kecil yang mau mendaftarkan kapalnya. Karena menurut dia, saat para nelayan itu sudah memiliki BPKP dan pas kecil, artinya para nelayan itu bisa dengan nyaman melaut. “Para nelayan bisa aman saat melaut. Ini sekaligus untuk memberantas IUU fishing. Apalagi, sebagai syarat ekspor produk perikanan kita, dokumen legalitas ini juga sangat penting,” pungkas lelaki lulusan Akademi Perikanan Bitung ini.(*)

     

    Ditulis oleh: Mohammad Syifa

    Monang (dua dari kiri) saat sedang membantu pengukuran kapal nelayan skala kecil.

    Continue Reading
  • Sustainablity Facilitator – Ternate, Maluku Utara

    27 Feb 2019
    mdpi
    455

    Posisi                     : Sustainablity Facilitator
    Lokasi                   : Ternate,  Maluku Utara
    Kepegawaian      : Kontrak
    Melapor kepada: Site Supervisor
    Deskripsi              :

    Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) adalah yayasan yang bertujuan untuk (I) menguatkan pengelolaan perikanan dan kawasan perlindungan laut guna meningkatkan produktivitas perikanan, konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan, dan (2) memperkuat kapasitas kepemimpinan dari pemerintah lokal dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kami membutuhkan seorang Sustainability Facilitator (SF).  Seorang SF diminta untuk bertanggung jawab pada seluruh aktifitas yang dilakukan di site yang ditugaskan, bekerja sama dengan banyak pemangku kepentingan dan menjembatani program organisasi ke pihak luar dan memastikan semua tugas berjalan dengan lancar.

    Fokus utama pada pekerjaan ini adalah:

    1. Pengumpulan Data

    • Mengambil data perikanan di lokasi dengan metodologi port sampling
    • Memberi input dalam laporan mingguan terkait dengan penyelesaian tugas di lapangan.
    • Berkoordinasi secara harian dengan para staff pendaratan ikan/ supplier/ prosesor dan nelayan saat melaksanakan tugas

    2. Pembangunan Masyarakat

    Secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan MDPI, contoh: Sosialisasi program ke komunitas/masyarakat, memfasilitasi dan mengatur kegiatan di lokasi sekitar seperti kegiatan pembersihan lokasi pendaratan, menghadiri rapat/ pertemuan, sosialisasi logbook, Fairtrade dan lain-lain.

    Kebutuhan / Skill yang dibutuhkan:

    • Menempuh studi jurusan strata 1 bidang Perikanan/Kelautan atau yang terkait (Jurusan lain dipersilahkan melamar SMA/SLTA – S1)
    • Miliki motivasi dan inisiatif yang baik untuk mempelajari industri perikanan
    • Fresh graduate dipersilahkan untuk melamar
    • Memiliki keterampilan kepemimpinan yang kuat
    • Mampu mengelola banyak tugas dan tanggung jawab
    • Memahami pentingnya perikanan berkelanjutan untuk Indonesia
    • Terampil dalam menggunakan: Office (MS Office, seperti: Excel, Word)
    • Lebih mengutamakan Putra/Putri Daerah (Wilayah Ternate)
    • Mampu bekerja dalam tim baik internal maupun mitra eksternal (stakeholder lain atau pihak terkait)

    MDPI berkomitmen untuk menerapkan rekrutmen bebas diskriminasi dari unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan), mendukung  kesetaraan gender, anti perdagangan manusia dan menolak segala bentuk penggunaan dan perdagangan narkotika.

    Kirimkan lamaran lengkap ke career@mdpi.or.id dengan judul Application: SF Ternate, Maluku Utara

    Continue Reading
  • Sustainablity Facilitator – Seram Selatan, Provinsi Maluku

    27 Feb 2019
    mdpi
    597

    Posisi                     : Sustainablity Facilitator
    Lokasi                   : Seram Selatan, Provinsi Maluku
    Kepegawaian      : Kontrak
    Melapor kepada: Site Supervisor
    Deskripsi              :

    Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) adalah yayasan yang bertujuan untuk (I) menguatkan pengelolaan perikanan dan kawasan perlindungan laut guna meningkatkan produktivitas perikanan, konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan, dan (2) memperkuat kapasitas kepemimpinan dari pemerintah lokal dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kami membutuhkan seorang Sustainability Facilitator (SF).  Seorang SF diminta untuk bertanggung jawab pada seluruh aktifitas yang dilakukan di site yang ditugaskan, bekerja sama dengan banyak pemangku kepentingan dan menjembatani program organisasi ke pihak luar dan memastikan semua tugas berjalan dengan lancar.

    Fokus utama pada pekerjaan ini adalah:

    1. Pengumpulan Data

    • Mengambil data perikanan di lokasi dengan metodologi port sampling
    • Memberi input dalam laporan mingguan terkait dengan penyelesaian tugas di lapangan.
    • Berkoordinasi secara harian dengan para staff pendaratan ikan/ supplier/ prosesor dan nelayan saat melaksanakan tugas

    2. Pembangunan Masyarakat

    Secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan MDPI, contoh: Sosialisasi program ke komunitas/masyarakat, memfasilitasi dan mengatur kegiatan di lokasi sekitar seperti kegiatan pembersihan lokasi pendaratan, menghadiri rapat/ pertemuan, sosialisasi logbook, Fairtrade dan lain-lain.

    Kebutuhan / Skill yang dibutuhkan:

    • Menempuh studi jurusan strata 1 bidang Perikanan/Kelautan atau yang terkait (Jurusan lain dipersilahkan melamar SMA/SLTA – S1)
    • Miliki motivasi dan inisiatif yang baik untuk mempelajari industri perikanan
    • Fresh graduate dipersilahkan untuk melamar
    • Memiliki keterampilan kepemimpinan yang kuat
    • Mampu mengelola banyak tugas dan tanggung jawab
    • Memahami pentingnya perikanan berkelanjutan untuk Indonesia
    • Terampil dalam menggunakan: Office (MS Office, seperti: Excel, Word)
    • Lebih mengutamakan Putra/Putri Daerah (Wilayah Kepulauan Seram)
    • Mampu bekerja dalam tim baik internal maupun mitra eksternal (stakeholder lain atau pihak terkait)

    MDPI berkomitmen untuk menerapkan rekrutmen bebas diskriminasi dari unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan), mendukung  kesetaraan gender, anti perdagangan manusia dan menolak segala bentuk penggunaan dan perdagangan narkotika.

    Kirimkan lamaran lengkap ke career@mdpi.or.id dengan judul Application: SF Seram Selatan, Maluku

    Continue Reading
  • Fair Trade Program Admin

    14 Feb 2019
    mdpi
    618

    Posisi                      : Fair Trade Program Admin
    Lokasi                      : Denpasar, Bali
    Kepegawaian       : Kontrak
    Melapor kepada  : Fair Trade Coordinator
    Deskripsi               :

    Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) bekerjasama dengan berbagai organisasi dan banyak pihak yang berkepentingan untuk mendukung perikanan Indonesia yang berkelanjutan. Dalam mendukung tujuan program ini MDPI membutuhkan seorang  Fair Trade Program Admin. Kandidat terpilih akan melaksanakan tanggung jawab pada seluruh aktifitas administrasi dan dokumentasi yang diperlukan oleh site dengan program Fair Trade (FT). Memastikan dan bekerja sama dengan berbagai pihak dan departemen lain agar program Fair Trade berjalan dengan lancar.

    Tugas dan Tanggung jawab

    • Menyimpan dengan sangat baik bukti dokumentasi atau pendukung lainya kedalam media penyimpanan untuk keperluan audit.
    • Bertanggung jawab untuk melacak dan mengatur permintaan perjalanan dinas Tim FT
    • Menyusun dan mengkompilasi berbagai laporan dari tim FT di lapangan
    • Membantu Manajer dan Koordinator dalam menyiapkan laporan untuk para donor dan Fair Trade USA
    • Membantu Manajer dalam pembayaran premi kelompok nelayan dan memberikan kompilasinya kepada para pemangku kepentingan
    • Ikut melakukan implementasi FT di lokasi yang sudah ditentukan, jika diperlukan.

     Syarat dan Kualifikasi:

    • Lulusan Universitas atau Diploma III dari latar belakang Sekretaris / Manajemen Bisnis / akuntansi
    • Miliki motivasi dan inisiatif yang baik untuk mempelajari bidang NGO/LSM dan industri perikanan, nilai tambah jika memilik pengalaman di bidang tersebut
    • Keterampilan yang dibutuhkan: Office (MS Office, seperti: Excel, Word, powerpoint)
    • Terampil dalam bebahasa Inggris baik dalam membaca, lisan dan tulisan
    • Teliti dan dapat berkerja secara terperinci terhadap angka dan manajemen data
    • Mampu melakukan presentasi pada data yang diolah/kerjakan
    • Berorientasi pada detail dan target, bekerja secara terorganisir dan sistematis
    • Dapat berkejasama dan berkomunikasi secara baik dengan berbagai kalangan dan latar belakang budaya yang berbeda, dalam tim internal maupun dengan mitra eksternal (stakeholder lain atau pihak terkait)
    • Memahami dan mampu mengatur jadwal dan menangani agenda perjalanan untuk penerbangan dan pemesanan hotel
    • Terbuka terhadap hal-hal baru dan bersedia melakukan perjalanan ke lokasi pelaksana ke tempat-tempat terpencil lainnya di Indonesia
    • Diutamakan pelamar domisili Denpasar

    MDPI berkomitmen untuk menerapkan rekrutmen bebas diskriminasi dari unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan), mendukung  kesetaraan gender, anti perdagangan manusia dan menolak segala bentuk penggunaan dan perdagangan narkotika.

    Lamaran ditujukan kepada HRD MDPI, kirimkan lamaran lengkap via email ke: career@mdpi.or.id dengan Judul Application: Fair Trade Program Admin, Denpasar Indonesia

    Continue Reading
  • Analisis TLC: Monitoring Praktik Perikanan Berkelanjutan pada Nelayan Tuna Pancing Ulur Skala Kecil

    13 Feb 2019
    Moch Syifa
    231
    0

     

    Perkenalkan, nama saya Idham Bali Haryono, yang sehari-hari akrab disapa dengan sebutan Idham. Saat ini saya sedang duduk di semester 6, Program Studi Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana.

    Banyak pertanyaan dari teman-teman kampus yang terlontar ke saya. Misalnya, “PKL (praktik kerja lapangan, Red) kok di kantoran?” atau “PKL kok gak sesuai bidang,” serta beberapa pertanyaan lainnya. Namun saya abaikan semua pertanyaan tersebut karena dengan membuka mata sedikit lebih lebar, saya mendapatkan sebuah visi, yaitu ‘memajukan kuantitas dan kualitas data perikanan di setiap perairan, khususnya data pada perikanan tuna handline skala kecil di wilayah terpencil’.

    Melalui visi ini, saya berharap akan semakin banyak peneliti perikanan dan para pemegang kebijakan tertarik serta peduli dengan kondisi masyarakat pesisir dan kondisi suatu perairan khususnya di wilayah terpencil. Sehingga potensi perikanannya dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan kelestarian sumber daya perikanan.

    Dalam artikel yang singkat ini, saya mencoba berkisah tentang ‘Analisis Time Lapsed Camera (TLC) pada Perikanan Tuna Pancing Ulur Skala Kecil’ sebagai pilihan yang saya ambil ketika PKL di Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) selama 22 hari.

    Di zaman milenial ini pasti kebutuhan akan kamera sudah menjadi kebutuhan penting, terutama untuk mengabadikan berbagai momen penting. Namun, jika mendengar Time Lapsed Camera sudah pasti tidak semua mengetahuinya. TLC merupakan sebuah kamera pengambil gambar otomatis secara berkala yang digunakan untuk memonitoring sebuah peristiwa.

    Lalu, kaitannya dengan perikanan dan kelautan apa, ya? TLC ini digunakan untuk meningkatkan informasi tentang praktik perikanan pancing ulur atau handline pada nelayan tuna skala kecil, khususnya interaksi antara nelayan dengan hewan-hewan laut yang sudah dikategorikan sebagai hewan ETP atau endangered, threatened, and protected (langka, terancam punah dan dilindungi). Hewan-hewan tersebut misalnya hiu, pari, penyu laut, paus, lumba-lumba dan burung laut.

    Pemanfaatan TLC ini merupakan sebuah metode baru yang sederhana dalam mengumpulkan data perikanan pancing ulur yang tentunya dapat digunakan sebagai bukti ilmiah. Bahwa praktik perikanan yang dilakukan oleh nelayan tuna skala kecil di Indonesia merupakan praktik penangkapan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Dengan demikian, dapat pula menjadi kepercayaan dari pasar dunia untuk lebih memilih produk perikanan tangkap tuna Indonesia, yang pada akhirnya nanti dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan skala kecil.

    TLC ini dipasang langsung di atas kapal nelayan tuna pada setiap trip atau perjalanan penangkapan. Hasil rekamannya berupa kumpulan gambar-gambar yang masih belum dianalisis. Untuk itu, pada PKL yang saya ikuti fokus tugasnya adalah untuk menganalisis hasil rekaman TLC, salah satunya adalah yang berasal dari Kabupaten Buru Provinsi Maluku.

    Hari-hari PKL saya habiskan duduk di atas kursi bermodalkan laptop untuk menganalisis hasil rekaman TLC dengan cara menonton dan memperhatikan setiap peristiwa dalam rekaman tanpa boleh dipercepat, kemudian melakukan screeshoot pada setiap informasi penting yang diperoleh, seperti jenis spesies hasil tangkapan, informasi rumpon, interaksi hewan ETP dengan nelayan serta waktu keberangkatan dan waktu mendarat.

    Dari hasil analisa TLC ini menujukkan bahwa ternyata nelayan tuna skala kecil di Pulau Buru tidak pernah melakukan penangkapan terhadap spesies ETP, tetapi 100 persen menangkap spesies ikan yang masih diperbolehkan seperti, tuna sirip kuning, tuna mata besar, cakalang dan ikan lumadang. Ini artinya bahwa nelayan tuna di Pulau Buru menggunakan alat tangkap yang sangat selektif dan ramah lingkungan. Selain itu, tingkat kesadaran dan pemahaman yang dimiliki nelayan yang ada di Pulau Buru tentang peran hewan ETP di ekosistem laut menjadikan mereka sangat menyayangi dan menjaga kelestariannya.

    Meskipun PKL saya ini mengerjakan hal yang menoton dengan mennton setiap potongan video, namun saya sangat bangga telah ikut berkontribusi dalam perikanan berkelanjutan dengan menyediakan informasi melalui TLC. Terlebih lagi ketika mengetahui bahwa nelayan sangat sadar akan kelestarian ekosistem laut yang merupakan ladang mereka yang sangat fluktuatif hasilnya.(*)

     

    Penulis: Idham Bali Haryono

    Continue Reading
  • Programmer

    28 Jan 2019
    mdpi
    537

    Position                   : Programmer
    Location                  : Denpasar, Bali – Indonesia
    Employment            : Contract Fixed Term Hired
    Report to                 : Supply Chain Manager

    Description:
    Masayarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) Foundation supports the development of the fishing communities and supply chains of these fisheries through programs that support economic improvements and social stability for the people. These activities are conducted within the supply chain of varied seafood products by supporting industry to support sustainability fisheries from social aspects and or other market- driven demands.

    MDPI need an IT Programmer to support our system development, specifically related to, but not limited to, the development and stakeholder use of the I-Fish database system to work towards the improvement of sustainability within Indonesian Fisheries. The primary responsibility for the Programmer is to maintain and develop the I-Fish database system. The Programmer will contribute to the many MDPI projects by providing technical and data assistance related to I-Fish and others and will also interact with government level officials and stakeholders to support I-Fish understanding and institutionalization within Indonesia.

    MAJOR RESPONSIBILITIES:

    1. I-Fish database maintenance and development: regularly review the I-Fish database to ensure data quality and ease of use. Updates to the system will be implemented as required by the programmer and by request from other departments.
    2. I-Fish connection with external systems: to facilitate data sharing and MDPI project implementation, I-Fish needs to be connected to external systems, such as, but not limited to, ThisFish, ScanThis and the Dock app. The programmer will work in collaboration with project partners to develop the required API between I-Fish and the project system
    3. Support Supply Chain programs: the Supply Chain department requires information from I-Fish to verify and communicate the traceability of fish products and works with various partners to implement technology solutions for this purpose in Indonesia. The programmer will support the Supply Chains efforts in developing, installing and implementing traceability technology solutions that require contributions from I-Fish data
    4. VIC system: MDPI is currently developing a Vessel Identifier Code system for vessels in MDPI sampling sites. The programmer will support the development and explanation of the VIC purpose and functioning within MDPI and to partners
    5. Data reporting: Stakeholder data reports and an interactive data analysis section are being developed for the I-Fish system. The programmer will support this endeavor, making suggestions for improvements, contributing to the data analysis and work to explain the system with stakeholders
    6. Support the conceptualization and subsequent development of new projects for MDPI, related to IT, Database development, App development etc. Contribute to MDPI strategy planning as required, made additions to proposals for funding as required

    Qualifications and R equirements:

    • Bachelor degree in Computer and Informatics or related field
    • A minimum experience of 3 years of developing web applications and database management, specifically through using CSS, HTML, PHP, Javascript
    • Experience working with Linux Centos operating system
    • Familiarity working Android Studio for app development
    • Experience with PostgreSQL databases or other similar open source database systems
    • Experience with RStudio, LaTeX and ArcGIS desirable
    • Experience with API system integration (integration software with devices, creating QR label, etc.)
    • Good analytical thinking and problems solving
    • Having experience in communication and presentation skills
    • Considerate of sensitive data
    • Able to work collaboratively with teams and independently
    • Time management skills on projects
    • Ability to stay positive, supportive, and open to new ideas or approaches solutions to solving problems
    • Able to work with minimum supervision, and work with multiple diversity working environment with multi stake holder
    • Willing to frequently travel to implementing areas in Indonesia and/or abroad and willing to work overtime when needed.
    • Good command of the English and Bahasa

    MDPI is committed to implementing free discrimination recruitment from the elements of SARA (Tribe, Religion, Race and Intergroup), supporting gender equality, anti-trafficking in persons and rejecting all forms of drug use and trafficking.

    Send complete application to MDPI HR via email: career@mdpi.or.id with subject: Application: Programmer, Bali, Indonesia

    Continue Reading
  • Grant Manager

    23 Jan 2019
    mdpi
    775

    Position : Grant Manager
    Location : Denpasar, Bali – Indonesia
    Employment : Contract Fixed Term Hired
    Report to : Operations Director

    Description:
    Masayarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) Foundation support the development of the fishing communities and supply chains of these fisheries through programs that support economic improvements and social stability for the people. These activities are conducted within the supply chain of varied seafood products by supporting industry to support sustainability fisheries from social aspects and or other market- driven demands.

    MDPI receive grants or funding from vary organizations, Grant Manager shall support programs and operations to make the most effective and efficient use of a diverse range of funding sources arising from the donor. Within financial framework, implement and undertake financial, management and supporting budgeting activities as well as budget consolidation for program/projects and support our partners in developing and maintaining efficient financial systems/ records, in order to ensure the optimum support to field program implementation and operations.

    Duties and Responsibilities:

    • Managing and supporting the grants requirement and implementation for the organization. Identify and develop strategies to optimize the grants administration process
    • Perform relevant research to identify available grant opportunities and evaluate the results
    • Oversee if the grants are implemented according to the operational and financial needs of the organization
    • Keep the relevant staff informed about upcoming deadlines and deliverables, thereby ensuring smooth completion of work responsibilities
    • Oversee the job of invoicing, accounting, reporting, and other administrative functions to ensure successful execution of grant process
    • Prepare financial or budget plans and allocation along with the planning and finance department in accordance with each requirement
    • Analyze the budget trends and make recommendations for cost control and reduction for various grants
    • Provide detailed reports to the funders and the board of directors with respect to the organization’s progress
    • Monitor paperwork and other related documents connected with grant-funded programs
    • Maintain records of all payments and receivables and prepare monthly records for all grant related activities
    • Provide training to the new staff on grants management and reporting requirements

    Remarks/Skill needed:

    • Minimum bachelor degree in Economy or Financial or Accounting
    • Provide support to the organization and the program staff in understanding the issues related to items described in the contracts and agreements.
    • Under managerial supervision of the Operations Director’s approval, review, analyze, and negotiate contracts and agreements
    • Provide guidance on contracts and grants and interpret the donors’ policies, regulations and terms and conditions to the organization and the staff
    • Provide financial and narrative reports based on donor reporting schedules
    • Good command of English both spoken and written
    • Sufficient computer skill, i.e. MS Office
    • Able to cope working in a fast pace organization
    • Able to work with minimum supervision, and work with multiple diversity working environment with multi stake holder
    • Willing to frequently travel to implementing areas in Indonesia and/or abroad and willing to work overtime when needed.
    • Ensure grant compliance according to donor regulations and institutional guidelines
    • Willing to travel

    MDPI is committed to implementing free discrimination recruitment from the elements of SARA (Tribe, Religion, Race and Intergroup), supporting gender equality, anti-trafficking in persons and rejecting all forms of drug use and trafficking.

    Send complete application to MDPI HR via email: career@mdpi.or.id with subject: Application: Grant Manager, Bali, Indonesia

    Continue Reading